Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Perkuat Akar Ideologis, PDA Kota Surabaya Gembleng 160 Guru KB-TK ABA

Iklan Landscape Smamda
Perkuat Akar Ideologis, PDA Kota Surabaya Gembleng 160 Guru KB-TK ABA
pwmu.co -
Dokumentasi Bersama Peserta Baitul Arqom PDA Kota Surabaya (Salsabila Faidah/PWMU.CO)

PWMU.CO -Komitmen Aisyiyah dalam memperkuat ideologi Muhammadiyah terus diwujudkan melalui program kaderisasi yang terstruktur dan menyeluruh. Salah satunya melalui kegiatan Baitul Arqam Gelombang 3 yang diselenggarakan pada Senin–Selasa (23–24/6/2025) di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya.

Kegiatan ini diikuti oleh 160 peserta yang merupakan pengajar dari seluruh KB/TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) se-Kota Surabaya. Dengan mengusung tema besar “Meneguhkan Ideologi Muhammadiyah Menuju Amal Usaha Aisyiyah yang Unggul dan Berkemajuan”, kegiatan ini bertujuan memperdalam ideologi Muhammadiyah dan membangun semangat juang para ustadzah sebagai penggerak utama amal usaha Aisyiyah di bidang pendidikan anak usia dini.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya, Ibu Alifah Hikmawati SThI, yang dalam sambutannya menyampaikan pesan bermakna kepada seluruh peserta, “Kita hadirkan raga dan jiwa dalam kegiatan ini dan harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Jika hanya raga saja, maka yang kita dapat hanyalah lelah. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang kemudian kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.”

Kegiatan ini terbagi dalam beberapa materi inti yang disampaikan oleh narasumber kompeten di bidangnya. Materi pertama dibawakan langsung oleh Ibu Alifah Hikmawati SThI yang membahas tentang keluarga sakinah serta implementasinya dalam program pendidikan, terutama menyangkut isu perlindungan anak. Materi ini menggarisbawahi pentingnya keteladanan keluarga dalam membentuk karakter anak sejak dini.

Materi kedua mengupas isu-isu aktual dan muatan lokal seperti HAM, advokasi anak, kekerasan terhadap perempuan dan anak, gender dalam perspektif Islam, hingga isu pornografi, aborsi, dan perdagangan manusia (trafficking). Materi ini disampaikan secara komprehensif oleh Bapak Sugianto, SH yang mengajak para peserta untuk menjadi pendidik yang peka terhadap realitas sosial yang kompleks.

Materi ketiga disampaikan oleh Dr Imam Syaukani MA, yang membahas implementasi nilai-nilai kepribadian Muhammadiyah, Khittah Perjuangan, PHIWM, serta Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah dalam pengelolaan amal usaha Aisyiyah. Dalam paparannya, beliau menegaskan pentingnya keselarasan antara nilai spiritualitas dan manajerial dalam mengelola lembaga pendidikan Aisyiyah.

Materi keempat, Adabul Mar’ah fil Islam, disampaikan oleh Dra Hj Shohifah MPdI dengan menitikberatkan pada keteladanan kepemimpinan perempuan Aisyiyah serta dinamika perjuangan dalam mengelola amal usaha dengan nilai-nilai Islam sebagai pijakan moral utama.

Materi kelima, Toharotul Qulub, disampaikan oleh Etty Sunanti, SThI, membahas tuntunan thaharah dan shalat. Sedangkan materi keenam mengulas Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua dalam perspektif pendidikan anak usia dini, yang mencakup sejarah Muhammadiyah dan Aisyiyah, Mukadimah AD/ART, serta visi dan misi gerakan.

Rangkaian materi keenam disampaikan oleh Ir Sudarusman, membahas pernyataan pikiran Muhammadiyah Abad Kedua dalam perspektif pendidikan anak usia dini, dengan topik sejarah Muhammadiyah/Aisyiyah, Mukadimah AD/ART, serta visi dan misi gerakan. Materi ini menjelaskan tentang arah perkembangan pendidikan Muhammadiyah di Abad Kedua.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Terakhir, materi ketujuh disampaikan oleh Endang Mulyani Putro MPd, tentang internalisasi nilai-nilai Kemuhammadiyahan/Keaisyiyahan dalam etos kerja dan proses kegiatan belajar mengajar. Materi ini menjelaskan bahwa etos kerja dan kegiatan belajar mengajar adalah proses menanamkan nilai-nilai Islam berkemajuan seperti keikhlasan, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial ke dalam budaya kerja dan pembelajaran.

Peserta juga diajak menguatkan spiritualitas melalui ibadah berjamaah seperti shalat malam dan shalat Subuh. Hari kedua kegiatan ditutup dengan aktivitas outbound sebagai sarana pelepas penat sekaligus mempererat kebersamaan. Materi pamungkas adalah internalisasi nilai-nilai Kemuhammadiyahan dan Keaisyiyahan dalam etos kerja serta proses kegiatan belajar mengajar.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia mengumumkan peserta dan kelompok terbaik yang dinilai aktif, inspiratif, dan menunjukkan semangat belajar tinggi selama kegiatan berlangsung.

Baitul Arqam Gelombang 3 ini bukan hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang penguatan ruh perjuangan Aisyiyah agar terus relevan dan berkemajuan di tengah tantangan zaman. Dengan bekal ilmu dan semangat ideologis yang semakin kokoh, para ustadzah peserta kegiatan ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi unggul dan berakhlak mulia. (*)

Penulis Salsabila Faidah Editor M Tanwirul Huda

Dokumentasi Suasana Baitul Arqom PDA Kota Surabaya (Salsabila Faidah/PWMU.CO)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu