Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan bertajuk “Pelatihan dan Pendampingan Branding dan Digital Marketing untuk Meningkatkan Daya Saing Sekolah Muhammadiyah” di SMA Muhammadiyah 1 (SMAM 1) Bojonegoro, Rabu (12/2/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 30 siswa dan difokuskan pada penguatan branding sekolah melalui strategi konten digital berbasis Student Generated Content (SGC).
Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh kesadaran akan pentingnya branding sekolah Muhammadiyah terutama untuk promosi dan marketing sekolah melalui media digital.
Tim pengabdian melihat potensi besar siswa sebagai agen branding sekolah melalui konten kreatif di media sosial.
Ketua tim pengabdian, Widiya Yutanti, menjelaskan bahwa siswa memiliki peran strategis dalam membentuk citra sekolah di ruang digital.
“Di era media sosial, orang lebih percaya cerita autentik dari siswa dibandingkan materi promosi formal. Karena itu, siswa perlu dibekali keterampilan menjadi content creator yang mampu menampilkan wajah positif sekolah secara kreatif dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Dalam pelatihan ini Isnani Dzuhrina dan Arum Martikasari sebagai anggota tim pengabdian sekaligus pemateri, mengenalkan siswa pada konsep branding sekolah, peran Student Generated Content, teknik membuat konten menarik, hingga etika bermedia sosial.
Peserta juga diajak praktik langsung membuat konten bertema “A Day in My School” dalam kelompok kecil, mulai dari perencanaan ide, pengambilan gambar, hingga proses editing dan publikasi.
Isnani Dzuhrina, menambahkan bahwa pendekatan ini bukan sekadar mengajarkan promosi, tetapi membangun kesadaran siswa sebagai duta sekolah di ruang digital.
“Apa yang mereka unggah di media sosial turut membentuk persepsi publik. Karena itu, penting untuk memahami prinsip ‘saring sebelum sharing’ agar branding sekolah tetap positif dan profesional,” jelasnya.
Salah satu peserta mengaku kegiatan ini membuka wawasan baru tentang cara mempromosikan sekolah secara kreatif.
“Biasanya kami hanya posting kegiatan biasa saja. Setelah pelatihan ini, kami jadi tahu bagaimana membuat konten yang lebih menarik dan bisa memperkenalkan sekolah dengan cara yang seru,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi SMAM 1 Bojonegoro dalam mengoptimalkan potensi siswa sebagai branding agent sekolah, sekaligus meningkatkan daya saing melalui strategi digital marketing yang lebih adaptif dan partisipatif.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments