Dalam upaya memperkuat implementasi nilai-nilai Islami di lingkungan kerja, RSI Hasanah Muhammadiyah Mojokerto menyelenggarakan Diklat Muballigh/Muballighah dan Keluarga Sakinah selama bulan Ramadan 1447 H / 2026 M.
Kegiatan ini diikuti hampir 200 karyawan yang dibagi dalam tiga gelombang pelaksanaan, yakni pada 28 Februari, 7 Maret, dan 14 Maret 2026.
Diklat tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam memperkuat pembinaan spiritual karyawan sekaligus memenuhi elemen penilaian Standar Islami Rumah Sakit Muhammadiyah/’Aisyiyah (SIRSMA).
Melalui program ini, RSI Hasanah berupaya menanamkan nilai-nilai dakwah, akhlak Islami, serta memperkuat kesadaran bahwa setiap karyawan tidak hanya berperan sebagai tenaga pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai pembawa nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.
Diklat Digelar dalam Tiga Gelombang Selama Ramadan
Kegiatan berlangsung di Aula Ahmad Dahlan RSI Hasanah mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dan diikuti sekitar 60–70 peserta pada setiap gelombang.
Suasana Ramadan yang sarat keberkahan turut menambah kekhidmatan jalannya kegiatan, yang disambut antusias oleh para peserta dari berbagai unit kerja.
Materi pertama mengenai peran muballigh dan muballighah disampaikan oleh Ust. H. Heru Iswanto, M.Ag. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa setiap muslim memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kebaikan dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Dakwah tidak selalu harus melalui mimbar atau ceramah. Sikap, perilaku, dan keteladanan dalam bekerja juga merupakan bentuk dakwah yang sangat kuat, termasuk dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien,” ujarnya.
Para peserta juga dibekali pemahaman mengenai cara berdakwah yang santun, bijak, dan relevan dengan lingkungan kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Penguatan Konsep Keluarga Sakinah bagi Karyawan
Sementara itu, materi Keluarga Sakinah disampaikan oleh Ust. H. Drs. Achmad Anas. Ia menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk pribadi yang kuat secara spiritual dan moral.
Menurutnya, membangun keluarga yang dilandasi prinsip sakinah, mawaddah, dan warahmah menjadi kunci terciptanya keseimbangan antara kehidupan rumah tangga dan profesionalitas dalam bekerja.
“Ketahanan keluarga akan melahirkan pribadi yang lebih stabil, sabar, dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya,” jelasnya.
Penguatan Nilai Spiritual dalam Budaya Kerja Rumah Sakit
Wakil Direktur RSI Hasanah Muhammadiyah Mojokerto, dr. M. Darussalam, M.Kes dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan nilai spiritual merupakan bagian penting dari budaya kerja rumah sakit.
“Dengan penguatan spiritual dan pemahaman keagamaan yang baik, kami berharap seluruh karyawan mampu memberikan pelayanan yang tidak hanya profesional dan berkualitas, tetapi juga penuh empati, kepedulian, dan keikhlasan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di antara para karyawan. Kebersamaan dalam mengikuti diklat di bulan Ramadan diharapkan mampu memperkuat semangat kolektif, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta memperkokoh komitmen bersama dalam mewujudkan rumah sakit yang unggul, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Melalui kegiatan ini, RSI Hasanah berharap nilai-nilai Islami dapat semakin terinternalisasi dalam setiap aspek pelayanan, sehingga menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya unggul secara medis, tetapi juga sarat nilai kemanusiaan dan spiritualitas.






0 Tanggapan
Empty Comments