Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Perkuat Daya Kritis Kader, PK IMM Renaissance FISIP UMM Fokuskan Kajian pada Ansos-Insos

Iklan Landscape Smamda
Perkuat Daya Kritis Kader, PK IMM Renaissance FISIP UMM Fokuskan Kajian pada Ansos-Insos
Foto bersama setelah Pelaksanaan Kajian Ansos-Insos. (Nopelta Elpin/PWMU.CO)
pwmu.co -

Upaya meningkatkan kapasitas intelektual kader terus dilakukan oleh Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Renaissance Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Mengawali tahun 2026, Bidang Sosial dan Masyarakat menyelenggarakan kajian bertema Analisis Sosial (Ansos) dan Investigasi Sosial (Insos) sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya kritis mahasiswa dalam membaca realitas sosial masyarakat dikelilingnya.

Bertempatkan di Kampung Mahasiswa Cafe, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, kegiatan ini menghadirkan Sekretaris Bidang Riset Pengembangan Keilmuan PC IMM Malang Raya, Iqbal Putra Pratama, sebagai pemateri utama.

Kajian ini dirancang tidak hanya sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran bagi kader IMM yang bergerak di ranah sosial dan humaniora.

Pemahaman mengenai analisis sosial menjadi kebutuhan mendesak bagi kader IMM di tengah kompleksitas persoalan masyarakat saat ini.

Melalui kajian ini, peserta diajak untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan fenomena nyata di sekitar mereka.

Dalam pemaparannya, Iqbal menekankan pentingnya kepekaan sosial sebagai dasar utama analisis. Menurutnya, analisis sosial bukanlah sesuatu yang abstrak, melainkan berangkat dari realitas yang dialami langsung oleh individu maupun kelompok.

“Analisis sosial harus dimulai dari lingkungan terdekat. Sejauh mana kita peduli dan memahami kondisi sekitar,” ujarnya.

Iqbal juga menjelaskan bahwa setiap fenomena sosial memiliki hubungan kausalitas (sebab-akibat) yang jelas. Oleh karena itu, proses analisis harus dilakukan secara sistematis agar tidak berhenti pada gejala permukaan, tetapi mampu sampai pada akar permasalahan.

Selain itu, Iqbal menegaskan bahwa analisis sosial dan Metode investigasi sosial merupakan dua proses yang saling terhubung.

Artinya yang memiliki keterhubungan satu sama lain untuk melihat dan mendapatkan suatu data mengenai permasalahan sosial.

Dalam praktiknya, peserta dikenalkan pada dua aspek metode investigasi, yakni melalui observasi langsung dengan menentukan objek dan informan, serta investigasi secara tidak langsung atau tidak turun lapang melalui media sebagai sumber data tidak langsung.

Namun, ia mengingatkan pentingnya menjaga kefokusan agar proses analisis tidak melebar dan kehilangan arah secara substantif.

Menariknya, kajian ini dikemas dengan metode ceramah partisipatoris, visual learning, serta Focus Group Discussion (FGD) di akhir sesi.

Pendekatan ini bertujuan menciptakan suasana diskusi yang aktif dan mendorong peserta untuk berpikir kritis.

Melalui kegiatan ini, PK IMM Renaissance FISIP UMM berharap kader IMM semakin siap menjadi agen perubahan yang mampu membaca, menganalisis, dan merespons persoalan sosial secara objektif dan solutif.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu