Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem kaderisasi organisasi melalui penyelenggaraan Latihan Instruktur Nasyiatul Aisyiyah (LINA) berstandar nasional.
Program ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan instruktur perempuan muda yang kompeten, terstandarisasi, dan siap mengawal proses pengkaderan secara berkelanjutan di seluruh tingkatan pimpinan.
PPNA menggelar LINA akselerasi bertemakan “Membangun Kompetensi Instruktur untuk Penguatan Kaderisasi Berkelanjutan” yang diikuti oleh para anggota pimpinan.
Pelatihan instruktur ini menjadi momentum penting, mengingat peranan instruktur sebagai garda terdepan dalam mengawal pelatihan dan pengkaderan Nasyiah.
“Sehingga kalau instrukturnya sudah terstandarisasi, pelatihan-pelatihannya otomatis juga akan sama kualitasnya,” ujar Nunung Damayanti, Mentor of Training LINA, Jumat (2/1/2026).
Disamping LINA merupakan persyaratan wajib administrasi bagi para pimpinan Nasyiah. P, rogram LINA adalah bentuk investasi jangka panjang bagi Nasyiah dalam menyiapkan calon-calon instruktur baru, yang mana saat ini jumlahnya masih terbatas. Sehingga regenerasi menjadi sebuah kebutuhan mendesak.
“Jadi ini sekaligus sebagai regenerasi sehingga nanti saat pergantian pimpinan sudah tidak ada lagi alasan tidak ada instruktur begitu,” tambah Ketua Bidang Kader PPNA tersebut.
Sementara Ketua Umum PPNA Ariati Dina menilai kegiatan LINA sebagai upaya Nasyiah dalam memberikan ruang tumbuh yang aman bagi calon instruktur muda dalam belajar dan menyampaikan gagasan secara terbuka. Tanpa adanya hirarki yang menghalangi.
“Tapi sebenarnya kita di sini dalam proses yang berdiri sama tinggi, duduk sama rendah,”ujar Ariati.
Menurutnya, keinginan untuk terus belajar dan tumbuh merupakan salah ciri dari perempuan muda berkemajuan. Meskipun dalam prosesnya menuntut banyak pengorbanan, kesabaran, ketekunan, dan kejernihan berpikir.
Ariati juga menyampaikan harapannya agar program LINA mampu melahirkan instruktur baru yang tidak hanya unggul secara teknis.
Tetapi juga matang secara ideologis, mental, dan memiliki integritas yang tinggi. Karena sejatinya, para Instruktur inilah yang akan menjadi motor penggerak kaderisasi Nasyiatul Aisyiyah. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments