SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz) Sidoarjo menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi berwawasan global.
Sekolah unggulan ini mengadakan pertemuan daring via Zoom untuk merintis kerja sama sister school dengan Adventist International Mission School, Thailand, Senin (02/03/2026).
Pertemuan yang berlangsung produktif ini dimoderatori oleh Heni Dwi Utami. Dari pihak SD Mumtaz, materi kerja sama tersampaikan secara menarik oleh Laras Ayu Manggiasih.
Sementara itu, pihak sekolah Thailand terwakili oleh Arjem Noryn Caringal-Agum selaku Language Arts Department Head.
Dalam paparannya, Laras Ayu Manggiasih memaparkan sejumlah program unggulan yang ditawarkan. Program tersebut terancang untuk memberikan dampak nyata bagi siswa dan pendidik di kedua negara.
Beberapa agenda yang terusulkan antara lain Virtual Cultural Exchange, Pen Pal, Collaborative Classroom Project, Joint Events, International Education Experience (IEE) , Teacher Exchange Sessions, dan Student Performances.
Tujuan utama dari kemitraan ini adalah untuk memberikan paparan komunikasi bahasa Inggris yang nyata bagi siswa, membangun pemahaman lintas budaya, mengembangkan pola pikir global, serta menjalin kolaborasi kelembagaan yang berkelanjutan.
Language Arts Department Head Adventist International Mission School, Arjem Noryn Agum, menyambut antusias program-program yang ditawarkan SD Mumtaz.
Ia menilai inisiatif ini sangat positif dan sejalan dengan visi sekolahnya dalam mengembangkan siswa yang berwawasan internasional.
“Kami menyambut baik tawaran program dari SD Mumtaz. Ini adalah langkah awal yang sangat bagus. Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti pertemuan awal ini ke tahap berikutnya, yaitu penyusunan Letter of Intent (LoI) atau perjanjian kerja sama” ujar Arjem Noryn Agum dalam kesempatan tersebut.
Dengan adanya rencana penandatanganan LoI ini, kerja sama antara SD Mumtaz dan Adventist International Mission School diproyeksikan akan segera terwujud.
Hal ini menjadi langkah strategis SD Mumtaz dalam mempersiapkan siswanya untuk bersaing di kancah global. Sekaligus memperkuat jaringan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dan universal di tingkat internasional.






0 Tanggapan
Empty Comments