Suasana Musala Baitul Makmur Perguruan Muhammadiyah Mojopetung, Gresik, pada Rabu (1/10/2025) siang terasa berbeda dari biasanya. Seusai salat Zuhur berjamaah, para guru dari berbagai lembaga pendidikan Muhammadiyah Mojopetung berkumpul untuk mengikuti kegiatan Pembinaan Keislaman dan Kemuhammadiyahan.
Kegiatan ini diikuti oleh para guru dari TPA Al-Muhajirin, Kober Al-Walidah 22, TK Aisyiyah Bustanul Athfal 23, MI Islamiyah, MTs Muhammadiyah 10, dan Ponpes Ulul Albab.
Kebersamaan para pendidik lintas jenjang tersebut menambah kekhidmatan acara yang bertujuan untuk memperkuat ruh perjuangan pendidikan Muhammadiyah.
Mengawali kegiatan pembinaan, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Mojopetung, H. Muhammad Sholihan, menekankan pentingnya sikap ikhlas sebagai kunci utama dalam membentuk karakter seorang guru.
Menurutnya, guru yang ikhlas akan memiliki hati yang tenang, jiwa yang stabil, dan kesabaran yang lebih dalam menghadapi berbagai situasi.
“Profesi guru adalah profesi mulia. Namun di balik itu ada tuntutan besar karena guru dipandang sebagai figur publik. Ini memang berat, tetapi jika dijalankan dengan penuh keikhlasan, profesi ini akan menjadi perisai sekaligus jalan menuju kemuliaan,” ujarnya penuh makna.
Pada sesi berikutnya, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dukun Gresik, Afifuddin Aminin, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan materi tentang penguatan tiga prinsip dasar guru Muhammadiyah, yaitu:
1. Niat
Seorang guru harus meluruskan niatnya dalam mendidik. Afifuddin mengutip pesan KH. Ahmad Dahlan, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.”
2. Ikhlas
Ikhlas berarti bekerja bukan untuk pujian atau penghargaan semata, melainkan demi ridha Allah SWT.
3. Istiqamah
Guru yang istiqamah adalah guru yang tidak mudah goyah, tetap sabar dalam mendidik, dan konsisten memberi teladan meski dalam kondisi sulit.
Menurutnya, niat yang benar akan meluruskan langkah, meskipun pekerjaan yang dilakukan tampak kecil. Sementara itu, keikhlasan dan istiqamah akan menjaga semangat dalam mendidik.
Kegiatan kemudian ditutup oleh Ketua Majelis Dikdasmen Ranting Mojopetung sekaligus penyelenggara acara, Saiful Arif, S.Pd., M.Pd. Dalam pesannya, ia mengajak seluruh guru untuk benar-benar mengamalkan ilmu yang telah disampaikan oleh para pemateri.
“Pembinaan ini merupakan bagian dari kurikulum berbasis cinta, yang tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga menumbuhkan kasih sayang dan keteladanan dalam proses mendidik,” tegasnya.
Melalui pembinaan ini, ia berharap para guru di lingkungan Perguruan Muhammadiyah Mojopetung semakin kokoh dalam niat, ikhlas dalam pengabdian, serta istiqamah dalam menunaikan amanah pendidikan. Dengan demikian, diharapkan lahir generasi penerus bangsa yang berilmu, berkarakter Islami, serta memiliki jiwa Muhammadiyah yang sejati dan tangguh. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments