Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Bojonegoro kembali melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi siswa SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro (SD Mudabo). Kegiatan ini dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2025/2026, tepatnya (19–26/1/2026), sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan anak usia sekolah.
Pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), serta pemeriksaan mata, mulut, telinga, leher, dan dada.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap sesuai jenjang kelas agar berlangsung tertib dan memberikan kenyamanan bagi para siswa.
Kegiatan ini berada di bawah tanggung jawab dokter RSA Bojonegoro dengan dukungan dua tenaga kesehatan serta didampingi dua staf marketing RSA selama pelaksanaan berlangsung.
Menurut Hayyin Mubarok, Staf Marketing RS ‘Aisyiyah Bojonegoro, pemeriksaan kesehatan dilaksanakan langsung di SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro dengan rincian jadwal sebagai berikut:
- 19 Januari 2026: Kelas 1 (113 siswa)
- 20 Januari 2026: Kelas 2 (124 siswa)
- 21 Januari 2026: Kelas 3 (116 siswa)
- 22 Januari 2026: Kelas 4 (112 siswa)
- 23 Januari 2026: Kelas 5 (108 siswa)
- 26 Januari 2026: Kelas 6 (112 siswa)
Hayyin menjelaskan bahwa pemilihan SD Mudabo bukan tanpa alasan. Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini telah berlangsung selama beberapa tahun dan menjadi agenda rutin bersama antara SD Mudabo dan RSA Bojonegoro.
“RSA tidak hanya memilih SD Mudabo. Sebelumnya kegiatan serupa juga dilaksanakan di TK dan KB, seperti TK Bunayya. Lebih dari itu, sebagai sesama Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), kita perlu membangun sinergi dan simbiosis mutualisme,” ujarnya.
Untuk menjaga kenyamanan siswa, pihak sekolah bersama tim medis memberikan edukasi sejak di dalam kelas. Para ustadz dan ustadzah menjelaskan bahwa pemeriksaan tidak menimbulkan rasa sakit serta tidak melibatkan tindakan seperti suntikan, sehingga anak-anak tidak merasa takut.
“Apabila dalam pemeriksaan ditemukan siswa yang memerlukan penanganan lebih lanjut, tim dokter akan memberikan catatan dan rekomendasi tindak lanjut pada formulir pemeriksaan,” tambah Hayyin.
Rekomendasi tersebut dapat berupa konsultasi ke dokter spesialis, seperti dokter THT, dokter spesialis anak, dokter gigi, maupun dokter terkait lainnya.
Melalui kegiatan ini, RSA Bojonegoro berharap pemeriksaan kesehatan dapat dilaksanakan secara berkala minimal satu kali dalam setahun. Ke depan, kegiatan serupa juga diharapkan tidak hanya menyasar siswa, tetapi melibatkan guru dan karyawan sekolah.
“Kerja sama ini dapat dikembangkan dalam bentuk program CSR. Misalnya, saat kegiatan open school, RSA dapat dilibatkan untuk pemeriksaan kesehatan gratis bagi wali siswa,” pungkas Hayyin.
Ia juga menegaskan kesiapan RSA untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, tidak hanya dalam program pemeriksaan kesehatan, tetapi juga program lain yang mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments