
PWMU.CO – SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) menyelenggarakan kunjungan dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kolej Permata Insan, Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Rabu-Sabtu (16-19/4/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas guru dan karyawan SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya, serta didampingi oleh pimpinan Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo, dan Majelis Dikdasmen PCM Wonokromo.
Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang pertukaran informasi akademik dan budaya, pertukaran pelajar, pengembangan pelatihan guru dan staf, serta kolaborasi dalam penelitian dan pengembangan lembaga.
Dipilihnya Kolej Permata Insan USIM karena adanya kesamaan visi, di antaranya yaitu sama-sama mengembangkan sekolah berbasis Al-Qur’an.
Kolej Permata Insan sendiri merupakan sekolah terbaik yang didirikan oleh pemerintah Malaysia dan dikembangkan oleh USIM (Universitas Sains Islam Malaysia). Syarat untuk masuk ke sekolah ini adalah IQ harus mencapai 130, artinya input-nya sudah bagus, yakni siswa dengan kategori minimal cerdas di atas rata-rata.
Munahar, Kepala SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya, mengungkapkan bahwa tingkat kecerdasan dengan syarat minimal tersebut menjadi tantangan tersendiri.
“Ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi kami, di mana siswa yang masuk di SD Musix memiliki kualifikasi yang heterogen secara kecerdasan. Sehingga kami berpikir, bagaimana input yang berbeda ini akan tetap menghasilkan output yang maksimal,” ujar Sekretaris Majelis Tabligh PWM Jawa Timur.
Munahar menambahkan, “Selain visi, kurikulum, dan pengembangan kegiatan yang tercantum dalam nota kesepahaman, juga ada beberapa program yang menurut kami menarik. Di antaranya adalah bahasa. Di Kolej Permata Insan, bahasa yang diajarkan setidaknya ada lima, yakni Bahasa Melayu (lokal), Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab—ini sifatnya wajib. Sementara Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, dan lain-lain merupakan bahasa pilihan,” imbuhnya.
Setelah penandatanganan MoU, SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya akan mengirim 1–2 guru untuk belajar selama 1–2 minggu guna mendalami kurikulum, program, dan implementasi kegiatan di Kolej Permata Insan, selain program pertukaran pelajar tersebut.
“Kami berharap, tahun pelajaran 2025–2026 nanti, program magang guru/staf dan pertukaran siswa ini bisa dimulai,” imbuhnya.
Munahar berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya, serta memperluas jaringan dengan pendidikan berkualitas di dunia.
Penulis Puspitawati Editor Zahra Putri Pratiwg






0 Tanggapan
Empty Comments