
PWMU.CO – Aula H M Syukron Al Mizan, Lamongan, menjadi saksi momen penuh haru dan makna saat MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan menyelenggarakan acara Perpisahan Lokal (Perlok) bagi siswa kelas IX, Senin (2/6/2025) pagi.
Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga momentum refleksi perjalanan santri selama menempuh pendidikan di lembaga yang dibawah naungan Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan.
Acara dihadiri oleh Mudir Al Mizan Mujianto MPdI, Kepala MAM 9 Al Mizan Anton Wahyudin MPd, Kepala MTsM 15 Al Mizan Alimah SPdI, serta seluruh guru dan 124 siswa kelas IX.
Dalam sambutannya, Alimah menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut. Ia juga mengungkapkan kebanggaannya karena kegiatan ini menjadi kegiatan pertama yang digelar di aula baru Al Mizan.
“Alhamdulillah kita dapat berkumpul di aula baru Al Mizan yang hari ini resmi digunakan untuk kegiatan Perlok MTs. Kehadiran para tamu undangan sangat kami syukuri dan membanggakan,” ujarnya dengan penuh rasa haru.
Ia mengenang momen ketika para siswa baru masuk dengan linangan air mata, dan kini telah siap melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
“Dulu kalian datang ke pondok masih suka menangis. Sekarang kalian sudah tumbuh, akan melanjutkan perjalanan ke Madrasah Aliyah. Kami bangga,” lanjutnya.
Alimah juga berpesan agar para siswa senantiasa menjaga akhlakul karimah, terutama ketika berada di luar pondok.
Ia menekankan bahwa lulusan Al Mizan harus bisa menunjukkan karakter santri yang beradab dan sopan, baik di dalam maupun luar lingkungan pesantren.
“Anak-anak yang belajar di luar dan di pondok itu harus berbeda. Kalian harus bisa membuktikan bahwa santri itu punya akhlak yang mulia. Nama Al Mizan harus kalian bawa dengan baik,” pesannya tegas.
Ia juga mengingatkan agar para siswa tidak melupakan jasa para guru. “Jangan sampai setelah lulus, kalian merasa tak butuh lagi pada guru. Ingatlah, guru-guru MTs inilah yang membimbing kalian hingga seperti sekarang. Tetaplah menyapa, tetaplah hormat,” ucapnya lirih, namun penuh makna.
Acara perpisahan ditutup dengan berbagai penampilan kreatif dari siswa kelas IX. Tawa, tangis, dan tepuk tangan mewarnai momen terakhir mereka bersama di madrasah tercinta.
Suasana haru dan kebersamaan itu menjadi bekal kenangan berharga yang akan terus hidup dalam langkah para santri MTsM 15 Al Mizan menuju masa depan yang lebih tinggi, dengan tetap membawa nilai-nilai akhlak dan adab yang telah ditanamkan selama ini. (*)
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan







0 Tanggapan
Empty Comments