Kampung Baru, Malaysia, pada Rabu (4/2/2026), Suasana haru menyelimuti kegiatan Perpisahan International Teaching Practice yang digelar di Sanggar Bimbingan (SB) Kampung Baru, Malaysia. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pengabdian mahasiswa yang selama ini mendampingi dan mengajar anak-anak Indonesia di perantauan.
Acara berlangsung penuh kehangatan dan emosional. Anak-anak, pengelola sanggar, serta mahasiswa tampak larut dalam kebersamaan yang telah terjalin erat.
Berbagai penampilan ditampilkan oleh para siswa, salah satunya penampilan yang paling ikonik yaitu Tari Mayang Madu khas Lamongan yang dibawakan oleh siswa kelas 4 SB Kampung Baru. Tarian tersebut menjadi simbol kecintaan terhadap budaya Indonesia sekaligus kebanggaan akan identitas bangsa di luar negeri.
Dalam sambutannya, Mintarsih Warijan, selaku pengelola Sanggar Bimbingan Kampung Baru, menyampaikan rasa bahagia dan apresiasi atas kehadiran para mahasiswa.
“Saya sangat senang dengan kedatangan adik-adik mahasiswa. Kehadiran kalian benar-benar membantu kegiatan di sanggar ini dan sudah memberikan yang terbaik semampu kalian. Anak-anak pun terlihat sudah menyayangi dan merasa dekat,” ujarnya.
Pada sambutan penutup, Mintarsih Warijan berpesan kepada para mahasiswa agar tidak pernah menyesal telah berbuat baik. Ia juga menegaskan bahwa anak-anak Indonesia yang berada di perantauan bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola sanggar dan orang tua, melainkan merupakan tanggung jawab bersama sebagai sesama anak bangsa yang harus dijaga, dibimbing, dan diperjuangkan masa depannya.
Sesi kesan dan pesan dari mahasiswa turut menambah suasana haru. Dinda Ayu Engelli Putri menyampaikan bahwa pengalaman selama International Teaching Practice memberikan kesan yang sangat mendalam.
“Pengalaman di sini sangat berkesan bagi saya. Bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga belajar memahami kerasnya kehidupan di perantauan serta melihat semangat belajar anak-anak yang luar biasa. Di tempat ini, saya merasa menemukan keluarga baru,” ungkapnya.
Sementara itu, mahasiswa Reifaldy Junior Utomo juga menyampaikan kesan positif selama mengikuti kegiatan. Ia mengaku terkesan karena mendapatkan banyak kesempatan dan pengalaman baru.
“Saya sangat bersyukur karena di sini saya diberi banyak kesempatan untuk terlibat langsung. Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan dan ini menjadi pelajaran berharga bagi saya,” tuturnya.
Acara perpisahan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto kenangan. Meskipun program International Teaching Practice telah berakhir, kebersamaan, nilai kemanusiaan, dan semangat pengabdian yang terbangun di SB Kampung Baru Malaysia diharapkan tetap hidup dan menjadi kenangan yang bermakna bagi seluruh pihak yang terlibat.






0 Tanggapan
Empty Comments