Dalam rangka mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas VI, SD Muhammadiyah 6 Gading (SD Musix) Surabaya bekerja sama dengan salah satu lembaga bimbingan belajar (bimbel) di Surabaya, Sabtu (28/9/2025).
Kerja sama ini diwujudkan dengan menghadirkan tentor berpengalaman untuk memberikan pendampingan intensif sehingga siswa lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi ujian.
Meski pelaksanaan TKA baru akan digelar pada April 2026 mendatang, sekolah yang mengusung tagline Quranic and International Insight ini memilih memulai persiapan lebih awal. Hal tersebut dilakukan karena selama ini proses belajar anak-anak dinilai belum maksimal, mengingat tidak adanya target seperti sebelum masa pandemi.
Kepala Urusan Kurikulum, Anisa Herwati, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa pihaknya sengaja mendatangkan tentor dari luar agar anak-anak lebih fokus dan bersemangat.
“Kami sengaja mendatangkan tentor dari luar agar anak-anak lebih fokus dan bersemangat,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut dimaksudkan untuk menghadirkan suasana belajar yang berbeda dari biasanya. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memberikan bekal kepada siswa agar lebih siap menghadapi pelaksanaan TKA nanti.
“Agenda ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara sekolah dan wali murid pada pekan lalu,” imbuh aktivis Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur tersebut.
Agenda penguatan TKA ini dilaksanakan pada hari Sabtu dengan pertimbangan agar tidak mengganggu hari efektif belajar.
Siswa kelas VI tampak antusias mengikuti kegiatan bersama para tentor. Pada hari perdana, mereka langsung mendapatkan dua materi sekaligus, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika.
Salah satu siswi kelas VI-A, An Nisaa Kusuma Rahmania, mengungkapkan bahwa ia merasa senang belajar bersama guru baru karena guru tersebut ramah dan sabar.
“Saya merasa senang belajar bersama guru baru. Ia ramah dan sabar,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu Wali murid dari Muhammad Dimas Satrio Pratama dari kelas VI-B, Khusnul Khotimah, menyampaikan harapannya agar bimbingan belajar yang hanya berlangsung dua jam setiap pertemuan tersebut dapat memacu semangat dan menghasilkan capaian yang maksimal.
“Kami berharap agar bimbingan belajar yang hanya dua jam setiap kali pertemuan ini bisa memacu semangat dan memperoleh hasil yang maksimal,” harapnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments