Kegiatan Baitul Arqam yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan Surabaya berlangsung penuh semangat dan reflektif, pada Ahad (22/2/2026).
Salah satu sesi yang paling menggugah datang dari Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ustad Muchamad Arifin, yang menekankan pentingnya perluasan medan dakwah di luar mimbar dan di dunia virtual.
Di hadapan peserta yang terdiri dari para remaja, pimpinan ranting, serta pengurus takmir masjid di lingkungan PCM Krembangan, Ustad Muchamad Arifin menegaskan bahwa dakwah hari ini tidak cukup hanya dilakukan di atas podium masjid. “Jamaah di luar mimbar jauh lebih banyak menanti sentuhan dan pencerahan. Begitu pula jamaah virtual yang jumlahnya tidak terbatas,” ungkapnya.
Menurutnya, realitas umat menunjukkan bahwa problematika kehidupan masyarakat banyak terjadi di luar ruang-ruang formal keagamaan. Mereka yang jauh dari mimbar—baik di lingkungan sosial, komunitas akar rumput, maupun di ruang digital—justru sangat membutuhkan kehadiran para pendakwah. Dakwah tidak boleh eksklusif, tetapi harus hadir menyapa dan membersamai.
Ia menekankan pentingnya pendekatan dakwah bil hal, yakni dakwah yang menghadirkan solusi nyata sesuai kebutuhan jamaah. Kebutuhan tersebut tidak hanya bersifat rohani, tetapi juga menyangkut persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, hingga literasi digital. “Dakwah harus membawa jawaban. Bukan sekadar retorika, tetapi aksi yang dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Suasana Baitul Arqam semakin cair ketika Ustad Muchamad Arifin menyelipkan beberapa role play sebagai selingan dalam penyampaian materi. Peserta diajak mempraktikkan langsung bagaimana menghadapi beragam karakter komunitas dengan pendekatan yang tepat. Cerita-cerita pengalaman dakwah di wilayah perbatasan, daerah terpencil, komunitas terasing, hingga dinamika dakwah di kawasan perkotaan membuat forum semakin hidup dan inspiratif.
Materi tentang dakwah literasi dan dakwah digital juga menjadi perhatian khusus. Ia mengingatkan bahwa media sosial dan ruang virtual adalah ladang dakwah yang sangat luas dan tidak boleh diabaikan. Kehadiran dai di ruang digital harus terencana, beretika, dan membawa nilai pencerahan.
Antusiasme peserta tampak begitu tinggi. Diskusi berjalan interaktif, penuh pertanyaan dan refleksi. Baitul Arqam kali ini bukan sekadar forum kaderisasi, tetapi momentum peneguhan arah dakwah Muhammadiyah: bergerak melampaui mimbar, hadir di tengah persoalan umat, serta menyapa dunia nyata dan virtual dengan dakwah yang mencerahkan dan menggembirakan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments