Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pesan Najib Sulhan: “Sekolah Harus bisa Mencetak Kader Muhammadiyah”

Iklan Landscape Smamda
Pesan Najib Sulhan: “Sekolah Harus bisa Mencetak Kader Muhammadiyah”
pwmu.co -

PWMU.COSD Muhammadiyah 11 Dupak Bangunsari Surabaya mengadakan kajian pendidikan. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ketua PCM Mulyorejo Najib Sulhan dengan tema, “Guru Sebagai Pencetak Kader Muhammadiyah”.

Di samping itu, hadir pula ketua Disdasmen PCM Krembangan, Dr. Izza Anshory. Sabtu, (02/08 2025).

Dalam sambutan iftitahnya, Kepala SD Muhammadiyah 11, Mursiah MPd, memberikan apresiasi kepada guru dalam kajian ini.

Bahkan, ia sengaja mengundang guru-guru SMP Muhammadiyah 11. “Sengaja dalam kegiatan ini kami mengundang semua guru SMP Muhammadiyah 11. Selain untuk mewujudkan visi dan misi di PCM Dupak Bangunsari, juga membangun kolaborasi dan menguatkan ukhuwah” ujarnya.

Bukan Sekadar Penguat Spiritual

“Pengajian keislaman dan kemuhammadiyahan ini tidak hanya sebagai penguat spiritual. Juga untuk menyamakan frekuensi dalam membangun generasi berkemajuan dan berakhlaqul karimah” lanjutnya.

Sementara, Dr Izza Anshori lebih banyak memberikan motivasi agar bapak dan ibu guru terlibat berorganisasi di daerah tempat tinggalnya masing-masing.

“Jangan lelah berbuat baik. Selesai mengerjakan satu urusan, maka kerjakan urusan lainnya” terangnya. Selain itu, ia turut mengajak agar guru lebih aktif dan produktif. Tidak sekadar menjadi guru, namun juga aktif dalam berorganisasi.

Sebagai narasumber, Najib Sulhan mengawali dengan mengenalkan keluarganya yang aktif dalam bermuhammadiyah

“Istri saya aktif di PDA Kota Surabaya. Saya juga memiliki 5 anak. Pertama pernah menjadi ketua PCNA Mulyorejo. Anak kedua pernah menjadi pengurus PR IPM. Ada tiga lagi masih berada di pondok dan di SD” tuturnya.

“Sesungguhnya, Muhammadiyah akan melahirkan kader yang bisa menggerakkan organisasi melalui kaderisasi” ujarnya.

“Pengkaderan yang efektif bisa dilakukan di lingkungan keluarga. Selain itu bisa dilakukan di ortom dan Amal Usaha Muhammadiyah. Ada dua amal usaha yang bisa mencetak kader Muhammadiyah, yaitu melalui sekolah dan di masjid” tegasnya.

Menurut Najib Sulhan bahwa perkaderan yang dilakukan di sekolah lebih mudah karena ada guru yang mendampingi. Guru bisa sebagai role model bagi siswa. Sekolah juga bisa membuat sistem.

Justru Najib mengkritisi bahwa perlu adanya penguatan kader yang berbasis masjid. Tidak sedikit kader dari angkatan muda yang jarang tampak di masjid, terutama sebagai pengurus. Ini harus diingatkan agar sandarannya lebih kuat.

Pada penghujung ceramah, Ketua PCM Mulyorejo berpesan agar guru-guru tidak hanya bekerja di Muhammadiyah, tetapi turut menghidupkan Muhammadiyah. Para guru mengajak keluarga untuk aktif bermuhammadiyah di tempat tinggal masing-masing.

“Mohon Ibu kepala sekolah untuk mendata guru. Saat ini berada di mana? Lalu aktif bermuhammadiyah di ranting, cabang, atau di daerah mana? Dengan demikian, selain guru bekerja di Muhammadiyah juga turut menghidup-hidupi Muhammadiyah yang kita cintai bersama” pungkasnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu