Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri dan santriwati Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar dalam ajang OlympicAD tingkat Jawa Timur.
Untuk pertama kalinya mengikuti kompetisi tersebut, para santri sukses meraih 19 medali dan dinobatkan sebagai Pesantren Muhammadiyah peraih medali terbanyak se-Jawa Timur.
Keberhasilan ini disambut penuh haru dan syukur oleh seluruh keluarga besar pesantren. Para santri yang tampil di berbagai cabang lomba-mulai dari bidang akademik, seni, hingga olahraga-menunjukkan semangat juang tinggi dan kerja keras tanpa lelah.
Hasilnya, 19 medali berhasil dibawa pulang dengan komposisi medali emas, perak, dan perunggu dari berbagai kategori.
“Kami tidak menyangka pada keikutsertaan pertama bisa mendapatkan hasil luar biasa. Ini bukti bahwa santri Muhammadiyah mampu berprestasi secara holistik: unggul dalam iman, ilmu, dan amal,” ujar salah satu pembimbing lomba dengan penuh rasa bangga.
Ajang Muhammadiyah melalui OlympicAD memang menjadi wadah penting untuk mengasah potensi pelajar dan santri di berbagai bidang.
Kompetisi ini tidak hanya menekankan kecerdasan akademik, tetapi juga karakter, kreativitas, serta sportivitas peserta.
Para santri dari pesantren ini menunjukkan sikap disiplin, percaya diri, dan kerja sama tim yang kuat selama perlombaan berlangsung.
Latihan Intensif dan Dukungan Pesantren
Prestasi ini bukan hasil instan. Sejak beberapa bulan sebelum lomba, santri menjalani program pembinaan intensif.
Mereka dibimbing oleh para ustaz dan ustazah dalam bidang masing-masing, baik melalui kelas tambahan, simulasi lomba, maupun pendampingan mental.
Direktur pesantren menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi seluruh pihak.
“Kami ingin menanamkan kepada santri bahwa belajar adalah ibadah. Prestasi hanyalah bonus dari kesungguhan dan doa,” ujarnya.
Selain latihan akademik, pesantren juga memberikan pembinaan karakter, seperti manajemen waktu, kepercayaan diri, dan akhlak mulia.
Hal ini sesuai dengan visi pesantren untuk melahirkan generasi muslim berkemajuan yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Kebanggaan Orang Tua dan Alumni
Para orang tua santri turut merasakan kebanggaan mendalam. Banyak di antara mereka hadir memberikan dukungan langsung saat pengumuman juara.
“Alhamdulillah, anak kami bisa belajar di pesantren yang tidak hanya mengajarkan agama, tapi juga prestasi akademik,” ujar salah satu wali santri.
Banyak juga menyampaikan ucapan selamat melalui berbagai media sosial. Mereka berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi adik-adik kelas untuk terus berjuang dan membawa nama baik pesantren.
Momentum Membangun Generasi Berkemajuan
Keberhasilan meraih 19 medali ini menjadi momentum penting bagi Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
Pesantren berkomitmen memperkuat kurikulum integratif antara ilmu agama, sains, teknologi, dan bahasa internasional.
Para santri pun bertekad menjadikan prestasi ini sebagai awal langkah menuju capaian yang lebih besar. Mereka berharap pada ajang-ajang berikutnya dapat mempertahankan bahkan meningkatkan hasil yang diraih.
“Prestasi ini bukan akhir, tetapi awal perjalanan. Kami ingin terus belajar, berlatih, dan mengharumkan nama pesantren serta Muhammadiyah,” ujar salah satu santri peraih medali.
Dengan semangat fastabiqul khairat-berlomba dalam kebaikan-santri dan santriwati terus membuktikan bahwa pesantren bukan hanya tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga pusat lahirnya generasi berprestasi, berakhlak, dan berkemajuan.
Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi pesantren lain di Jawa Timur dan seluruh Indonesia untuk terus berinovasi dalam pendidikan, sehingga lahir generasi muda yang siap memimpin masa depan umat dan bangsa.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments