10 Januari 2026 menjadi hari penting bagi 186 siswa-siswi SD Muhammadiyah 04 Malang (SD Mupat) yang mengikuti rangkaian kegiatan Khataman dan Imtihan Al-Quran Metode Ummi ke-5, meliputi Tartil serta Tahfidz Juz 30, 29, 28, dan 27.
Di bawah cuaca mendung Kota Malang, anak-anak hadir dengan berbalut busana putih dan wajah yang menyimpan beragam perasaan, gugup, berani dan penuh harap.
Di balik capaian kelulusan 100 persen dan rangkaian kegiatan, hari ini menyimpan cerita yang lebih dalam. Tentang anak-anak yang berdiri dengan suara bergetar namun lantang, tentang hafalan yang dijaga dengan sungguh-sungguh, dan tentang niat yang tumbuh pelan-pelan di hati mereka.
Dari banyaknya cerita yang tumbuh hari ini, terdapat satu momen sederhana namun mengharukan.
Salah satu siswa, Raifah Razan Athiyah peserta terbaik Tahfidz Juz 27 menyampaikan motivasi belajarnya dengan kalimat sederhana, saat diberi pertanyaan oleh penguji. Dengan suara tenang dan menghadap kedua orang tua, ia menjawab singkat.
“Motivasi saya adalah ingin menghantarkan Umma dan Ayah ke surga,” ungkapnya.
Kalimat yang terlontar dari seorang anak kelas 5 itu membuat ruang yang semula hening menjadi riuh tepuk tangan sekaligus haru. Bukan karena panjangnya, tetapi karena ketulusan yang tersampaikan.
Momen ini menjadi sebuah pengingat bahwa pembelajaran al-Quran bukan hanya sekadar hafalan dan capaian, melainkan niat yang tumbuh di hati anak-anak sejak dini.
Rasa haru juga datang dari tamu undangan. Dr. Saiful Amin, Jajaran Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur mengungkapkan pengalamannya selama mengikuti kegiatan.
“Saya baru kali ini mendatangi acara seperti ini. Saya tidak memiliki pertalian apa pun, tetapi sepanjang acara saya merasa terharu. Mulai dari Sang Surya dikumandangkan, hingga anak-anak yang menjawab satu persatu pertanyaan dengan sempurna. Saya sulit meneteskan air mata, namun hari ini Allah menyentuh hati saya,” tuturnya.
Beliau juga menyampaikan pandangannya mengenai makna belajar yang ia rasakan melalui kegiatan ini.
“Hari ini mengingatkan kita bahwa inti dari belajar adalah perubahan. Seseorang dikatakan belajar apabila ia berubah menjadi lebih baik. Dan orang yang beruntung adalah mereka yang terus belajar untuk memperbaiki diri, perlahan, tapi sungguh-sungguh,” terangnya.
Kegiatan Khataman dan Imtihan Al-Quran SD Mupat hari ini meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak, guru, orang tua, serta seluruh tamu undangan yang hadir.
Kegiatan ini tidak hanya mencatat capaian kelulusan, tetapi juga menghadirkan momen-momen sederhana yang membuat proses belajar menjadi lebih bermakna.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments