Dunia pendidikan sejatinya tidak terbatas pada empat dinding ruang kelas. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh SD Muhammadiyah 4 Zamzam dalam mendidik siswanya.
Melalui program bertajuk “Petualangan Cilik”, sekolah ini mengajak para siswa keluar sejenak dari rutinitas buku teks untuk bersentuhan langsung dengan alam.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 13–14 Januari 2026, ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran kontekstual.
Tujuannya jelas: memberikan pengalaman nyata yang akan membekas dalam ingatan dan membentuk karakter siswa sejak dini.
Pada Selasa (13/1/2026), giliran siswa kelas 2 yang memulai petualangan mereka. Destinasi yang dituju adalah Wisata Petik Jambu Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.
Sejak pagi, rona bahagia terpancar dari wajah anak-anak saat mereka menginjakkan kaki di kebun yang tengah berbuah lebat tersebut.
Di sana, mereka tidak hanya sekadar bermain. Didampingi oleh Pak Tarno, pengelola kebun sekaligus narasumber, para siswa diajak mengenal lebih dekat siklus hidup tanaman jambu.
“Anak-anak jadi tahu bahwa buah yang mereka makan sehari-hari itu melalui proses panjang. Mulai dari menanam, merawat, sampai panen,” ujar Pak Tarno di sela-sela penjelasannya.
Tak hanya teori, para siswa juga mempraktikkan hal-hal teknis seperti:
- Teknik Memanen: Memilih buah yang matang dan cara memetik yang benar agar pohon tidak rusak.
- Praktik Mencangkok: Belajar cara perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan penuh rasa ingin tahu.
- Pengolahan Hasil Panen: Mengolah jambu segar hasil petikan sendiri menjadi jus sehat.
Aisyah, salah satu siswi kelas 2, tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. “Senang sekali, jambunya manis dan aku bikin jus sendiri!” serunya dengan wajah sumringah.

Petualangan berlanjut pada Rabu (14/1/2026). Kali ini, giliran siswa kelas 3 yang menuju ke Lesehan Tambak Sawah (LTS) Tanggulangin, Sidoarjo. Fokus pembelajaran kali ini adalah budidaya perikanan, khususnya ikan lele.
Di bawah bimbingan Pak Kohar, pemilik LTS, siswa belajar tentang seluk-beluk pembibitan, pemberian pakan yang terjadwal, hingga teknik perawatan air agar ikan tetap sehat. Pak Kohar menekankan bahwa beternak bukan sekadar memberi makan, melainkan melatih karakter.
“Budidaya lele itu butuh ketelatenan dan tanggung jawab. Kalau telaten, hasilnya bisa sangat bermanfaat,” tutur Pak Kohar.
Momen yang paling dinantikan tentu saja saat sesi menangkap ikan. Gelak tawa pecah saat anak-anak mencoba menangkap lele yang licin langsung dari tambak. Farel, siswa kelas 3, mengakui tantangan tersebut. “Lele-nya licin tapi seru banget!” katanya sambil tertawa.
Kepala SD Muhammadiyah 4 Zamzam, Muhammad Anas Fikri, M.AP, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian integral dari kurikulum sekolah yang mengedepankan aspek kebermanfaatan.
“Kami ingin anak-anak belajar dari pengalaman nyata, agar mereka lebih memahami kehidupan, lingkungan, dan nilai kerja keras sejak dini,” ungkap Anas Fikri.
Senada dengan itu, Kepala Urusan Bidang Kesiswaan, Ayu Wulandari, S.Pd., menambahkan bahwa aspek sosial dan kemandirian juga menjadi poin utama dalam Petualangan Cilik ini.
Melalui interaksi dengan narasumber di lapangan, siswa dilatih untuk berani bertanya dan mencoba hal-hal baru yang mungkin tidak mereka temui di rumah.
Mengapa petualangan cilik penting?
- Pembelajaran Kontekstual: Menghubungkan materi pelajaran dengan situasi dunia nyata.
- Kecerdasan Naturalis: Menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap lingkungan dan makhluk hidup.
- Kemandirian: Melatih siswa untuk berani bereksperimen dan melakukan tugas secara mandiri.
- Refresing Edukatif: Belajar dalam suasana yang menyenangkan sehingga menyerap informasi lebih cepat.
Melalui program ini, SD Muhammadiyah 4 Zamzam membuktikan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya akan pengalaman dan nilai-nilai kehidupan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments