Keceriaan pecah di kawasan Kebun Raya Mangrove (KRM) Gunung Anyar pada Rabu (4/1/2026) pagi. Sebanyak empat kelas dari jenjang kelas 2 SD Muhammadiyah 18 Surabaya—yaitu kelas 2 Butterfly, 2 Camel, 2 Eagle, dan 2 Tiger—menggelar aksi nyata bertajuk “Peduli Lingkungan Mulai dari Sekolahku” melalui kegiatan Pembelajaran Luar Kelas (PLK).
Pagi itu, suasana sekolah sudah riuh sejak pukul 07.00 WIB. Ada yang unik dari perjalanan kali ini; alih-alih menggunakan bus besar, para siswa berangkat menggunakan 8 unit bemo. Konvoi angkutan khas Surabaya ini menambah keseruan perjalanan menuju sisi timur kota. Begitu sampai, mereka langsung disambut udara sejuk dan rimbunnya pepohonan yang jauh dari kebisingan kota.
Acara dibuka dengan hangat oleh pihak pengelola Kebun Raya Mangrove. Setelah sesi ice breaking yang membuat suasana makin cair, SD Muhammadiyah 18 Surabaya menunjukkan kepeduliannya dengan menyerahkan 10 bibit tanaman kepada pihak pengelola sebagai kenang-kenangan sekaligus simbol dukungan pelestarian lingkungan.
Siswa kemudian dibagi menjadi 4 kelompok besar yang didampingi oleh tour guide. Materi yang didapat sangat beragam, mulai dari:
- Belajar Hidroponik: Mengenal cara bercocok tanam tanpa tanah.
- Literasi Visual: Menonton video edukatif tentang pentingnya hutan mangrove bagi ekosistem pesisir.
- Jelajah Jogging Track: Berjalan di tengah hutan mangrove yang rimbun. Di sepanjang jalan, teriak histeris kegirangan terdengar saat anak-anak menemukan kepiting-kepiting kecil yang bersembunyi di sela akar.
Petualangan berlanjut menuju Aviary. Di kandang burung raksasa ini, mata para siswa berbinar melihat berbagai jenis burung beterbangan dengan bebas. “Burungnya bagus sekali, sangkarnya besar seperti hutan asli!” seru salah satu siswa dengan antusias.
Pengalaman Pertama: Menanam Masa Depan
Puncak kegiatan adalah saat anak-anak belajar menanam bibit mangrove secara mandiri. Dengan tangan mungilnya, mereka telaten menyiapkan polybag, mencampur pupuk, hingga memasukkan bibit mangrove. Menariknya, bibit ini diperbolehkan untuk dibawa pulang agar anak-anak bisa merawatnya sendiri.
“Ini pertama kalinya aku menanam mangrove. Ternyata seru sekali bermain tanah dan pupuk!” ujar salah satu siswa kelas 2 Tiger.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama di tengah latar hutan mangrove yang asri, diikuti dengan makan siang bersama yang menambah keakraban antar siswa. Lewat kegiatan ini, diharapkan semangat menjaga bumi tertanam kuat di hati para “pahlawan cilik” lingkungan ini sejak dini.





0 Tanggapan
Empty Comments