Berpetualang dengan riuh semangat, 96 siswa-siswi kelas 3 SD Muhammadiyah 1 Krian (SD Sakri), Sidoarjo mengikuti kegiatan outing class yang mengambil tema pengenalan profesi. Kunjungan ini dilaksanakan pada Kamis (13/11/2025).
Kegiatan edukatif ini melibatkan kunjungan ke Rumah Pintar Juanda Cendekia di Jalan Raya Bandara Juanda, Kepuh, Betro, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Para siswa berkegiatan di sana mulai pukul 08.30 WIB hingga sore hari.
Kegiatan pertama menuju Rumah Pintar Juanda Cendekia. Anak-anak diajak untuk berinteraksi dengan berbagai wahana edukasi. Momen paling berkesan adalah ketika mereka diberi kesempatan untuk memberi makan burung merpati secara langsung.
Airlangga Razka Virendra Utomo, siswa kelas 3, mengaku sangat gembira.
“Aku suka banget masuk di rumah pintar, karena aku diajak ngasih makan burung, mewarnai, dan game,” ujarnya.
Perjalanan berikutnya naik bus menuju bandara. Di sini mata mungil siswa kelas 3 dimanjakan dengan pemandangan puluhan pesawat dan helikopter milik Angkatan Laut yang telah purna tugas.
Pemandu mengajak mereka menjelajah pesawat serta menjelaskan secara sederhana fungsi dan sejarah setiap pesawat, termasuk peralatan penyelamatan yang digunakan.
Anak-anak masuk pesawat Boeing 737-400 untuk mengenal keadaan di dalam pesawat dan cara menerbangkannya. Setelah menjelajah pesawat, anak-anak menuju museum pesawat yang menyediakan berbagai jenis pesawat.
Mereka mengenal banyak tokoh pencipta pesawat melalui peninggalan dan melihat cinema edukasi yang berkaitan dengan pengetahuan seputar pesawat.
Agar lebih memahami materi yang dipelajari, para siswa mengerjakan lembar kerja yang telah disiapkan oleh guru kelas.
Kegiatan kemudian berlanjut menuju menara (tower), tempat mereka belajar mengenali arah pergerakan pesawat serta mengetahui dalam jarak berapa kilometer pesawat dapat berhenti.
Aksi Nyata Pembelajaran
Labibah Kurniawati S.Pd guru kelas 3 menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi tema pembelajaran.
“Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dan bermakna,” tuturnya.
Menurutnya, tema yang berhubungan dengan profesi diharapkan dapat membuat anak-anak mengetahui setidaknya salah satu profesi dan dapat menerapkan berbagai aturan di tempat umum.
Di antaranya antre dengan tertib, bergantian saat bermain, dan lain-lain. Selain itu, kunjungan ke museum penerbangan ini juga diharapkan dapat memantik cita-cita mereka.
“Dengan outing class diharapkan berhasil mewujudkan suasana pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan mengesankan,” ungkapnya.
Guru yang masih terlihat muda dan terkadang berkacamata tersebut menambahkan bahwa kunjungan ke Rumah Pintar Juanda Cendekia, Museum Penerbangan, dan Menara ATC tidak hanya menambah wawasan siswa tentang sejarah dan teknologi transportasi udara, tetapi juga melatih kemandirian, kedisiplinan, dan keberanian.
Batas-batas kelas tidak menghalangi proses belajar. Melalui kegiatan ini dapat diamati bahwa pembelajaran di lingkungan nyata mampu meningkatkan motivasi belajar dan mendorong siswa kelas 3 untuk bercita-cita terbang tinggi seperti pesawat yang mereka lihat hari ini.
“Semoga anak-anak berhasil meraih cita-cita mereka setinggi langit,” doanya.


0 Tanggapan
Empty Comments