Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Petugas Haji Jadi Kurir Amanah Demi Jemaah: Begini Proses Pelacakan dan Pengantaran Koper yang Tercecer

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -

PWMU.CO – Salah satu tantangan besar dalam penyelenggaraan haji adalah penanganan koper jemaah yang kerap terpisah dari pemiliknya. Tak jarang, koper nyasar ke hotel lain, sementara jemaah sudah lebih dulu tiba di penginapan mereka.

Menghadapi situasi ini, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) berperan ganda: tak hanya mengurus akomodasi dan perlindungan, tapi juga menjadi kurir amanah yang memastikan setiap koper kembali ke tangan jemaah dengan selamat.

Ketua Sektor 3 Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ikbal Ismail, mengatakan bahwa layanan pengantaran koper merupakan bagian dari tanggung jawab layanan penuh kepada jemaah haji.

“Pada saat jemaah datang dan koper mereka belum sampai di hotel, kami yang akan mengantar sampai ke kamar,” ujarnya di Makkah, Jumat (23/5/2025).

Alur Pelacakan Koper yang Terpisah:

  1. Laporan dari Jemaah:
    Jemaah yang kehilangan koper bisa melapor ke ketua rombongan atau ketua kloter.
  2. Koordinasi Lintas Petugas:
    Informasi diteruskan ke petugas sektor yang langsung menyebarkan informasi melalui grup WhatsApp internal.
  3. Pencarian dan Verifikasi:
    Petugas di tiap hotel mengecek apakah koper tersebut ada di lokasi mereka. Jika ditemukan, segera dilakukan penjemputan.
  4. Pengantaran ke Jemaah:
    Setelah diambil, koper akan diantar langsung ke kamar jemaah, lengkap dengan verifikasi identitas.

Petugas Pelindungan Jemaah (Linjam) di Sektor 3, Sapari, menyebut ada sekitar 50 personel yang bersiaga untuk melayani lebih dari 23 ribu jemaah di wilayahnya. Tak hanya koper, mereka juga membantu jemaah yang tersesat atau salah hotel akibat naik bus yang keliru.

“Kami standby dari pagi hingga pagi. Begitu ada laporan, seluruh tim linjam langsung berkoordinasi untuk bergerak cepat,” kata Sapari.

Sapari menambahkan bahwa sektor 3 memiliki satu mobil operasional yang diprioritaskan untuk kebutuhan jemaah, bukan untuk petugas.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Mobil itu kami gunakan semata untuk kepentingan jemaah. Bahkan Ketua Sektor tidak pernah menggunakannya untuk pribadi,” ujarnya.

Ia bercerita tentang pengalamannya menolong jemaah yang kesulitan komunikasi dan tersesat. Dengan bantuan pemindaian barcode dan koordinasi tim, jemaah akhirnya berhasil ditemukan dan diantar ke kamar dengan selamat—meskipun sempat dua kali salah hotel dan salah lantai.

“Kami tidak menyerah. Dengan keyakinan dan bantuan teknologi, alhamdulillah koper dan jemaah bisa kembali ke tempat semestinya,” katanya.

Sapari menyebut prinsip mereka sederhana namun bermakna: jemaah adalah tamu Allah dan raja yang harus dilayani sepenuh hati.

“Kepentingan pribadi kami kesampingkan. Kami di sini karena Allah, dan lillahi ta’ala, kami lakukan yang terbaik untuk jemaah.”

Penulis Afifun Nidlom Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu