Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PIM Jatim 2025 Tekankan Pentingnya Kesalehan di Ruang Digital

Iklan Landscape Smamda
PIM Jatim 2025 Tekankan Pentingnya Kesalehan di Ruang Digital
pwmu.co -
Dokumentasi foto bersama peserta. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pelatihan Instruktur Madya (PIM) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Timur 2025 menghadirkan beragam topik strategis, salah satunya adalah Kesalehan Digital (30/6/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sidoarjo ini, kesalehan digital dibahas sebagai respon atas tantangan etika dan spiritual di era teknologi informasi.

Kesalehan digital dipahami sebagai cerminan nilai Islam dalam aktivitas bermedia. Termasuk di dalamnya: tidak menyebar hoaks, menjaga etika komunikasi di media sosial, memanfaatkan platform digital untuk dakwah, serta menjaga keseimbangan hidup antara dunia nyata dan maya.

Mengutip QS. Al-Hujurat ayat 6 sebagai dasar untuk bersikap kritis terhadap informasi digital: “Jika datang orang fasik membawa berita, maka telitilah kebenarannya…”.

Ayat ini menegaskan pentingnya tabayyun sebelum menyebarkan informasi. Sementara itu, sabda Nabi SAW, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam” (HR. Bukhari-Muslim), menjadi landasan etika dalam berkomunikasi secara daring.

Ditekankan pula bahwa kader IMM perlu menggunakan media sosial sebagai sarana ibadah, dakwah, dan amal. Seperti firman Allah dalam QS. Al-Asr dan sabda Rasulullah “Sampaikan dariku walau satu ayat”, setiap kader dituntut mengisi ruang digital dengan konten positif, edukatif, dan inspiratif.

Dalam perspektif Persyarikatan, tema kesalehan digital merupakan bagian dari isu strategis Muktamar Muhammadiyah ke-48. Makna saleh mencakup sifat baik, tidak merusak, dan patut.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dalam konteks digital, hal ini berarti menghargai keberagaman, menjaga integritas identitas, serta beretika dalam berkomunikasi online.

IMM, sebagai gerakan mahasiswa Islam, menanamkan nilai Religiusitas, Intelektualitas, dan Humanitas dalam praktik kesalehan digital:

  • Religiusitas: menjadikan internet sebagai sarana dakwah dan ibadah.
  • Intelektualitas: mengasah literasi digital kritis dan menyampaikan opini secara santun.
  • Humanitas: menjaga martabat manusia dan menolak perundungan daring.

Kelompok pemateri juga merumuskan tujuh bentuk kesalehan digital kader IMM, yakni:

  1. Menyebarkan informasi dengan kritis dan bertanggung jawab,
  2. Menjaga sopan santun dalam interaksi daring,
  3. Menggunakan media digital untuk kebaikan,
  4. Menjaga privasi diri dan orang lain,
  5. Menyeimbangkan kehidupan digital dan nyata,
  6. Meningkatkan literasi digital,
  7. Menjadi teladan akhlak di media sosial.

Melalui PIM Jatim 2025, IMM Jawa Timur menegaskan komitmennya membentuk kader sebagai penggerak perubahan sosial yang bijak, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam di era digital. Kesalehan digital bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan moral bagi setiap kader IMM masa kini.(*)

Penulis Zahrah Khairani Karim Editor Azrohal Hasan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu