Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Driyorejo, Kabupaten Gresik, menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) sebagai upaya memperkuat konsolidasi organisasi dan menyamakan langkah gerak persyarikatan.
Kegiatan tersebut berlangsung di aula pertemuan SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (SD Mudri) yang dihadiri oleh jajaran pimpinan cabang, pimpinan ranting, perwakilan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta perwakilan organisasi otonom Muhammadiyah, Minggu (8/2/2026).
Rapim menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program kerja yang telah berjalan sekaligus merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan. Dalam suasana yang penuh keakraban namun tetap serius, para peserta aktif menyampaikan pandangan, masukan, dan gagasan demi kemajuan Muhammadiyah di wilayah Driyorejo.
Digelar di aula lantai 2 SD Muhammadiyah 1 Driyorejo, acara dimulai tepat pukul 08.30 WIB. Suasana mendung yang masih menggelayut di atas awan dan hawa dingin yang masih menyelimuti Kota Baru Driyorejo, tak melunturkan semangat dari perwakilan Pimpinan Ranting Muhammadiyah dari wilayah Bambe, Sumput, Mojosarirejo, Tenaru, Legundi, dan Driyorejo.
Ketua PCM Driyorejo, H. Abdul Wahab, MM dalam sambutannya menegaskan bahwa rapat pimpinan memiliki peran penting sebagai ruang koordinasi dan konsolidasi. Menurutnya, dinamika organisasi yang semakin kompleks menuntut adanya komunikasi yang intens dan kesatuan visi antar pimpinan disemua tingkatan.
“Rapim ini bukan sekadar agenda biasa saja, tetapi momentum untuk memperkuat ukhuwah, menyatukan langkah, dan memastikan seluruh program berjalan searah dengan misi Muhammadiyah,” ujarnya.
Konsolidasi Organisasi
Lebih lanjut disampaikan bahwa konsolidasi organisasi menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), baik dibidang pendidikan, sosial kesejahteraan, organisasi, maupun dakwah/tabligh. Oleh karena itu, sinergi antara PCM, PRM, serta ortom harus terus diperkuat agar peran Muhammadiyah semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Agenda Rapim meliputi pemaparan laporan program kerja masing – masing majelis dan lembaga, pembahasan tantangan organisasi, serta penyusunan rencana tindak lanjut untuk periode mendatang. Pemaparan diawali dari Majelis Dikdasmen, Majelis Tabligh, dan Majelis Wakaf.
“Berdiri pada tahun 1998, PCM Driyorejo awalnya tidak mempunyai aset sama sekali bahkan keinginan untuk memiliki lembaga sekolah hanya seputar angan – angan saja. Namun, seiring waktu di tahun 2026 ini, sudah memiliki delapan sekolah mulai dari KB – TK Aisyiyah, SD Mudri, dan SMP Muhammadiyah 14 Driyorejo”, tutur Sutikno selaku Majelis Dikdasmen PCM Driyorejo.
Sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari penguatan kaderisasi, optimalisasi peran ranting, pendataan aset mulai bangunan sekolah, masjid, dan tanah hingga peningkatan kualitas pelayanan amal usaha Muhammadiyah di Driyorejo. Kehadiran Kantor Layanan Lazizmu (KLL) Driyorejo juga dapat menghadirkan support sistem baru dalam menghimpun dana dari Masyarakat.
62 orang peserta menyambut baik pelaksanaan Rapim ini karena dinilai mampu menjadi sarana evaluasi bersama sekaligus penyemangat untuk terus berkontribusi secara aktif. Diskusi yang berlangsung dinamis menunjukkan komitmen pimpinan dalam menjaga soliditas dan keberlanjutan gerakan Muhammadiyah.
Dalam kesempatan kali ini, Rapim dihadiri juga oleh Prof. Dr. Syamsul Sodiq, M.Pd dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik.
“Semoga dengan terselenggaranya Rapat Pimpinan ini, PCM Driyorejo berharap konsolidasi organisasi semakin kuat, koordinasi antar pimpinan kian solid, serta program-program persyarikatan dapat terlaksana secara lebih efektif dan berkesinambungan,” tuturnya.
Pimpinan Cabang Muhammadiyah Driyorejo pun berkomitmen untuk terus hadir sebagai gerakan dakwah dan tajdid yang memberi solusi dan pencerahan bagi umat dan masyarakat luas. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments