Regenerasi merupakan hal penting yang harus dipersiapkan oleh setiap organisasi guna melahirkan kader-kader potensial yang siap melanjutkan estafet perjuangan.
Proses kaderisasi menjadi langkah awal dalam mencetak generasi penerus terbaik, sebagaimana yang dilakukan oleh Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Blue Savant, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat-Ahad (24-26/10/2025) di Villa Tirta Alir, Cembor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Dalam upaya melanjutkan tradisi perkaderannya, PK IMM Blue Savant menyelenggarakan kegiatan Terapi Visi bertema Eksplorasi Ideologi, Menggali Nilai, Merajut Makna.
Kegiatan ini menjadi tahap pengenalan awal bagi calon kader terhadap organisasi IMM, khususnya di lingkup PK IMM Blue Savant, dan diikuti oleh 74 peserta yang berasal dari berbagai program studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Pembukaan kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana, Widya Elfira Febriliana.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh calon kader 2025, karena tanpa kehadiran dan partisipasi kalian, kegiatan ini tidak akan dapat terlaksana dengan baik. Terapi Visi bukan sekadar kegiatan organisasi, melainkan merupakan wujud nyata dari arah gerak Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah,” ungkapnya.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Umum PK IMM Blue Savant, Reza Bima Sesoca. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Terapi Visi merupakan salah satu ciri khas kegiatan di tingkat komisariat serta menjadi bagian utama dalam proses perkaderan sebelum pelaksanaan DAD.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat belajar di kalangan peserta.
Ia juga berpesan agar para peserta tidak merasa takut apabila belum memahami suatu hal dan tidak ragu untuk bertanya, karena hakikat dari kegiatan ini adalah untuk belajar bersama.
Selain itu, ia berharap agar Terapi Visi dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan dan memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.
Acara ini juga diisi dengan sambutan dari Izza Mukmin, Koordinator Komisariat (Koorkom) IMM UM Surabaya.
“Terima kasih kepada seluruh BPH komisariat yang selalu membersamai adik-adik untuk belajar di Koorkom, dan terima kasih kepada cakader 25 telah mengikuti Terapi Visi untuk masuk ke dalam rumah, yakni PK IMM Blue Savant, karena IMM adalah penopang hidup kita selama di Surabaya,” ujarnya.
“Belajar itu tidak ada yang salah, tapi yang salah itu tidak mau belajar. Jadikan Blue Savant rumah tempat untuk belajar, tempat untuk berkembang,” tambahnya.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh perwakilan PC IMM Kota Surabaya, Abu Bakar Asidiq, yang sekaligus membuka acara Terapi Visi 2025.
“Mengapa dinamakan Terapi Visi? Karena pada saat Terapi Visi teman-teman akan dibentuk, diterapi, dan disamakan visinya untuk ke depan. Lalu, teman-teman selama menjadi mahasiswa ketika memilih organisasi ada tiga kategori untuk memilih organisasi,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam memilih organisasi, seorang mahasiswa perlu memperhatikan tiga hal penting, yakni peningkatan soft skill, pertumbuhan intelektual, serta kebermanfaatan sosial.
Ia juga menegaskan bahwa pimpinan cabang akan terus mewadahi setiap kader dalam berproses di IMM.
Dengan penuh antusiasme dan tekad yang kuat, para calon kader IMM Blue Savant menunjukkan kesiapan mereka untuk melangkah ke tahap selanjutnya, yakni mengikuti Darul Arqam Dasar (DAD) sebagai bagian dari proses pembentukan jati diri dan penguatan ideologi.
Kegiatan Terapi Visi ini diharapkan dapat menjadi dorongan awal yang signifikan bagi peserta untuk terus berkembang serta berperan aktif dalam melanjutkan perjuangan IMM di masa mendatang.






0 Tanggapan
Empty Comments