Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) IKIP PGRI Bojonegoro sukses menyelenggarakan Musyawarah Komisariat (Musykom) di kawasan Waduk Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Ahad (28/9/2025).
Forum ini menjadi wadah tertinggi dalam organisasi di tingkat komisariat untuk mengevaluasi perjalanan kepengurusan, mempertanggungjawabkan amanah, serta melahirkan kepemimpinan baru. Musyawarah dihadiri oleh pengurus periode 2024-2025, tamu undangan dari beberapa komisariat, serta kader IMM IKIP PGRI Bojonegoro.
Acara dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan pembukaan dan doa bersama. Setelah itu, forum dilanjutkan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban oleh pengurus lama.
Diskusi berjalan hangat, terbuka, dan penuh suasana kekeluargaan. Setiap kader diberikan ruang menyampaikan kritik, saran, maupun evaluasi untuk perkembangan organisasi ke depan.
Puncak acara yakni proses penentuan Ketua Umum baru untuk periode 2025-2026. Menariknya, pemilihan tidak dilakukan melalui mekanisme voting, melainkan melalui penunjukan yang disepakati bersama oleh forum musyawarah
Melalui mekanisme musyawarah mufakat tersebut, forum akhirnya menetapkan Immawan Achmad Syaifullah Al-Habib sebagai Ketua Umum PK IMM IKIP PGRI Bojonegoro periode 2025-2026. Penetapan ini disambut hangat oleh seluruh peserta sebagai bentuk dukungan penuh kepada kepemimpinan baru.
Pesan dari Ketua Umum Demisioner
Ketua Umum periode 2024-2025, Siti Aisyah, dalam sambutan perpisahannya menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih mendalam kepada kader dan pengurus.
“Saya sangat bersyukur pernah diberi amanah ini. Tentu perjalanan satu periode tidak mudah, banyak suka dan duka yang telah kita lalui bersama. Saya berpesan kepada pengurus baru agar tetap kompak, jangan mudah terpecah oleh provokasi, dan jika ada masalah, selesaikan dengan kepala dingin, jangan berlarut-larut,” ucapnya dengan penuh haru.
Ia menambahkan, kepengurusan baru diharapkan mampu melahirkan ide-ide segar agar IMM lebih terasa perannya di kampus maupun masyarakat.
Ketua Umum terpilih, Achmad Syaifullah Al-Habib, mengungkapkan rasa terima kasih yang besar atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Amanah ini adalah tanggung jawab yang berat, tetapi InsyaAllah dengan kebersamaan, kita bisa membawa PK IMM IKIP PGRI Bojonegoro lebih maju. Saya tidak akan mampu menjalankan ini sendirian, untuk itu saya memohon doa, dukungan, dan kerja sama dari seluruh kader,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa IMM bukan sekadar organisasi, melainkan wadah pembinaan, pengkaderan, sekaligus medan perjuangan yang harus dijaga bersama.
Perwakilan tamu undangan dari PK Ahmad Dahlan, Ali, turut memberikan motivasi dan saran.
“Jagalah semangat juang dan kekompakan. IMM adalah rumah kita bersama. Saya juga memberi beberapa masukan untuk pengurus baru, mulai dari inovasi dalam menyusun program acara, peningkatan kualitas diskusi, hingga memperkuat strategi kepemimpinan yang inklusif. Dengan begitu IMM akan semakin dipercaya dan berperan di tengah mahasiswa maupun masyarakat,” pesannya.
Musyawarah ditutup dengan sesi diskusi santai serta ramah tamah. Para kader saling berbagi pengalaman dan gagasan baru, mempererat silaturahmi, sekaligus meneguhkan komitmen untuk menjaga marwah IMM.
Musyawarah ini diharapkan tidak hanya melahirkan pemimpin baru, tetapi juga memperkuat semangat kolektif seluruh kader. Dengan mekanisme musyawarah mufakat yang penuh keakraban, PK IMM IKIP PGRI Bojonegoro optimis melangkah maju, berkontribusi nyata bagi persyarikatan, umat, dan bangsa. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments