
PWMU.CO – Bidang Tabligh Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Yustisia Universitas Muhammadiyah Surabaya menyelenggarakan Roadshow Religion: Kajian Biografis KH Mas Mansyur, Rabu (25/6/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Badan Pengurus Harian (BPH) dan para kader IMM Yustisia dengan suasana yang penuh semangat intelektual dan spiritual.
Kegiatan ini difasilitasi oleh Nasarudin Yusma selaku Ketua Bidang Tabligh, yang sekaligus membuka kajian secara resmi. Adapun materi utama disampaikan oleh Izza Mukmin, sebagai Kurator Biografi dan Ketua Koordinator Komisariat IMM Universitas Muhammadiyah Surabaya, yang dengan apik menyajikan sejarah hidup K.H. Mas Mansyur secara historis dan mendalam.
Latar Belakang K.H. Mas Mansyur: Ulama, Intelektual, dan Pejuang Bangsa

KH Mas Mansyur lahir di Surabaya pada 25 Juni 1896. Ia dikenal sebagai seorang ulama besar, pembaharu Islam, dan salah satu tokoh nasional yang memiliki kontribusi besar dalam gerakan Islam modern di Indonesia. Mas Mansyur tidak hanya aktif dalam dunia keulamaan, tetapi juga dikenal sebagai intelektual progresif yang menjembatani pemikiran Islam dan modernitas.
Pendidikan awalnya ia tempuh di pesantren lokal, namun kemudian melanjutkan studi ke Makkah untuk mendalami ilmu agama. Sepulang dari Makkah, Ia aktif dalam pergerakan sosial dan dakwah Islam yang bersifat rasional dan terbuka. Ia banyak terpengaruh oleh pemikiran pembaharu Islam yang mendorongnya untuk menyebarkan Islam dengan pendekatan yang kontekstual dan progresif.
Tahun 1921 menjadi titik penting dalam kiprahnya ketika beliau resmi bergabung dengan Muhammadiyah. Di dalam organisasi ini, ia menyalurkan gagasan-gagasan pembaharuan yang sejalan dengan visi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, sosial, dan dakwah. K.H. Mas Mansyur kemudian menjadi salah satu tokoh sentral di Muhammadiyah dan dipercaya menjadi Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah.
Tak hanya dalam ranah organisasi keagamaan, beliau juga aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu dari “Empat Serangkai”, bersama Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan Ki Hajar Dewantara yang dibentuk pada masa pendudukan Jepang.
Kajian ini tidak sekadar membahas perjalanan biografis, tetapi juga menggugah kesadaran para kader IMM akan pentingnya meneladani nilai-nilai perjuangan dan keilmuan yang diwariskan K.H. Mas Mansyur. Sosok beliau mencerminkan semangat Islam yang mencerahkan, berkemajuan, dan berpihak pada kemaslahatan umat.
Melalui kegiatan Roadshow Religion ini, diharapkan semangat untuk menumbuhkan budaya intelektual dan spiritual di lingkungan akademik IMM Yustisia dapat terus menyala, sejalan dengan warisan pemikiran K.H. Mas Mansyur. (*)
Penulis Titin Ulfa Rodliyah Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments