
PWMU.CO – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Gubeng, Kota Surabaya, mengadakan Pelatihan Kader Dasar Taruna Melati 1 (PKDTM 1) di MI Muhammadiyah 5 Surabaya (29-31/5/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh 28 peserta.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gubeng, Sulaiman, dalam wawancara menyampaikan beberapa pesan kepada Pelajar Muhammadiyah Gubeng, khususnya anggota IPM, baik di tingkat ranting maupun cabang, yang telah mengikuti pelatihan tersebut.
“Saya berharap dengan adanya pelatihan ini, pelajar Muhammadiyah di Gubeng, terutama IPM, harus siap menjadi pemimpin, menjadi pelajar yang siap menjadi kader pelopor dan pelangsung perjuangan Muhammadiyah,” ujar Sulaiman.
Ia juga berharap, setelah pelatihan ini, akan terwujud ranting-ranting baru IPM sebagai bagian dari pemekaran organisasi. Sebagaimana Muhammadiyah melakukan pemekaran di Gubeng, IPM pun diharapkan turut berkembang, khususnya di lingkungan masjid-masjid yang membutuhkan dorongan untuk membina pemuda menjadi bagian dari IPM.
“Setelah adanya pelatihan ini, peserta-peserta yang telah lulus diharapkan mampu memekarkan IPM, terutama di daerah masjid-masjid. Sebab, kondisi wajah bangsa kita bisa dilihat dari pemudanya—apakah mereka aktif di masjid atau tidak. Maka dari itu, IPM Gubeng harus melakukan pemekaran, khususnya di masjid,” imbuhnya.
Di akhir wawancara, Sulaiman menyampaikan pesan penting yang dianggap fundamental. Ia menegaskan bahwa Gubeng adalah sentral Muhammadiyah di Kota Surabaya.
Oleh karena itu, pelajar Muhammadiyah di Gubeng harus terus berpikir kreatif, berakal cerdas, dan mampu menjadi teladan bagi pelajar lainnya di Surabaya.
“Terakhir, saya sampaikan pesan penting: Gubeng adalah sentral Muhammadiyah di Kota Surabaya. Maka, jadilah pelajar Muhammadiyah Gubeng yang memiliki daya nalar kreatif, akal cerdas, dan dapat menjadi contoh bagi pelajar lain di Kota Surabaya, baik dari segi pendidikan, pergerakan, pemikiran, maupun kecerdasan,” tutup Sulaiman.(*)
Penulis Fariz Zakariya Fauzan Editor Zahrah Khairani Karim





0 Tanggapan
Empty Comments