Kesigapan dan ketanggapan anggota Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng, Banyuwangi, dalam memberikan pertolongan pertama terlihat saat pelaksanaan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Genteng pada Minggu (17/8/2025).
Sejak pukul 07.00 WIB, anggota PMR Wira SMA Muha sudah berada di lokasi upacara, RTH Maron untuk mendirikan tenda darurat serta mempersiapkan berbagai keperluan yang berkaitan dengan pertolongan pertama bagi peserta upacara.
Ketua Ekstrakurikuler PMR Wira SMA Muha, Amadea Renata Sari dari kelas XII-5, menyampaikan bahwa persiapan sudah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya.
“Kami telah menyiapkan berbagai kebutuhan seperti obat-obatan ringan, minyak kayu putih, dan tabung oksigen. Malam sebelum hari H, seluruh anggota sudah kami koordinasikan untuk hadir lebih awal dan mencari posisi strategis serta teduh di lokasi kegiatan,” ujarnya.
Di tengah jalannya upacara dan cuaca Kota Genteng yang cukup panas, beberapa peserta mengalami kondisi tidak stabil. Salah satunya adalah seorang ibu dari barisan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengenakan seragam Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), tiba-tiba pingsan di lokasi yang tidak jauh dari tenda PMR Wira.
Melihat kejadian tersebut, anggota PMR Wira dengan sigap mengambil tandu dan segera mengevakuasi korban ke dalam tenda untuk diberikan pertolongan pertama. Karena kondisi pasien cukup lemah, beberapa ASN laki-laki turut membantu proses evakuasi menuju tenda.

Setelah diberikan pertolongan berupa gosokan minyak kayu putih dan pemeriksaan awal, korban akhirnya siuman dan mengeluhkan rasa pusing serta mual. Untuk sementara, beliau disarankan untuk beristirahat dan diberikan makanan ringan serta air mineral guna memulihkan kondisi.
Di tempat terpisah, Guru Pembina Ekstrakurikuler PMR SMA Muha, Mukson Hidayat SPd MT menyampaikan bahwa para anggota PMR telah dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk bertugas di lapangan, terutama dalam kegiatan berskala besar seperti upacara HUT ke-80 RI ini.
“Kami selalu menekankan kepada anak-anak bahwa saat bertugas di lapangan, mereka harus siap tampil di garis terdepan ketika terjadi situasi yang membutuhkan pertolongan pertama. Tidak hanya untuk siswa-siswi SMA Muha, tapi siapa pun yang membutuhkan bantuan harus segera ditolong. Meskipun tugas utama mereka adalah mengawal peserta upacara dari SMA Muha, namun dalam kondisi darurat, tanggung jawab mereka lebih luas,” jelasnya.
Selama upacara bendera berlangsung, tercatat tiga peserta mengalami keluhan yang sama, yaitu pusing dan lemas. Ketiganya langsung ditangani di tenda PMR Wira oleh tim yang bersiaga. Berkat penanganan cepat dan tepat, kondisi mereka membaik menjelang akhir upacara. Ketiganya pun dapat pulang tanpa perlu dievakuasi dengan tandu. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments