Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PPI Abdul Malik Fadjar Lakukan Pemetaan Santri dari Hasil Belajar Tengah Semester

Iklan Landscape Smamda
PPI Abdul Malik Fadjar Lakukan Pemetaan Santri dari Hasil Belajar Tengah Semester
Pertemuan wali santri dan guru PPI AMF untuk evaluasi belajar siswa. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Aula utama Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) tampak penuh pada Jumat (3/10/2025). Ratusan wali santri hadir dalam kegiatan penerimaan rapor tengah semester genap yang dirangkai dengan evaluasi hasil Asesmen Tengah Semester (ASTS).

Dalam acara tersebut sambutan Kepala Sekolah PPI AMF, Ustadz Pahri, yang memberikan arahan penting bagi wali santri mengenai hasil capaian pembelajaran putra-putrinya.

Ia menjelaskan bahwa evaluasi di PPI AMF bukan sekadar menilai hasil akhir, tetapi lebih kepada pemetaan kondisi anak sekaligus mencari solusi terbaik untuk mendukung perkembangan mereka.

Pemetaan Anak Berdasarkan Hasil Belajar

Dalam sambutannya, Ustadz Pahri mengungkapkan pentingnya pemetaan kemampuan santri. “Bagaimana dengan anak-anak yang sudah ada di kategori sangat baik, baik, cukup, lemah, dan sangat lemah. Kita petakan anak-anak ini agar bisa diberikan pendampingan yang tepat dan bagaimana solusinya,” tuturnya.

Ia menegaskan, setiap anak memiliki potensi yang berbeda, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang beragam pula.

Anak-anak dengan kategori “sangat baik” dan “baik” terus didorong agar mempertahankan capaian, sementara yang “cukup” dan “lemah” diberikan perhatian lebih, baik melalui program tambahan, bimbingan khusus, maupun komunikasi intensif antara wali kelas dengan orang tua.

Evaluasi Bukan Hanya pada Santri

Lebih jauh, Ustadz Pahri menekankan bahwa evaluasi tidak hanya tertuju pada anak-anak, melainkan juga pada para guru.

“Evaluasi ini bukan hanya anak-anak saja, tapi juga dari cara ustadz mengajar bahkan setiap butir soal yang diujikan,” tegasnya.

Hal ini, menurutnya, bertujuan agar proses pembelajaran di PPI AMF senantiasa berkembang sesuai kebutuhan zaman dan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.

Dengan demikian, kualitas pendidikan yang diberikan tidak hanya menilai hasil, tetapi juga proses yang dijalani santri setiap hari.

Hubungan Orang Tua dan Anak

Dalam kesempatan itu, Ustadz Pahri juga menyinggung pentingnya peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak di pesantren.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Anak-anak yang sudah ada di pondok itu disupport, bukan dihilangkan konsentrasinya selama belajar di pondok. Karena ada hubungan kontak batin antara orang tua dan anak,” jelasnya.

Ia mengingatkan agar orang tua terus memberikan dukungan moral dan spiritual, meskipun anak-anak mereka tinggal di pesantren. Dengan perhatian dan doa dari orang tua, semangat belajar santri akan semakin terjaga.

Antusiasme Wali Santri

Para wali santri terlihat serius mendengarkan sambutan Kepala Sekolah. Banyak di antara mereka mengangguk tanda setuju ketika disampaikan pentingnya sinergi antara orang tua dan lembaga pendidikan.

Suasana aula yang penuh dengan ratusan wali santri menjadi bukti tingginya kepedulian mereka terhadap perkembangan anak-anaknya.

Salah satu wali kelas, Arlinda juga menyampaikan bahwa antusiasme wali santri sangat terasa, terutama dari kelas 7 dan 10 yang baru pertama kali menitipkan anaknya di pesantren.

“Mereka ingin tahu secara detail bagaimana perkembangan anak-anaknya. Sementara wali santri kelas 8 dan 11 juga tetap penasaran dengan progres yang dicapai anak-anaknya,” katanya.

Wujud Sinergi Pesantren dan Keluarga

Acara penerimaan rapor dan evaluasi ASTS ini diakhiri dengan sesi diskusi personal antara wali santri dan wali kelas. Setiap orang tua diberi kesempatan untuk menanyakan perkembangan anaknya secara lebih detail, sekaligus menerima saran terkait langkah pendampingan di rumah.

Dengan adanya evaluasi ini, PPI AMF berharap santri semakin bersemangat dalam belajar, guru semakin berinovasi dalam mengajar, dan orang tua semakin aktif mendukung pendidikan anak-anaknya.

“Pendidikan adalah kerja sama. Anak-anak tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga dari keteladanan orang tua. Maka mari kita sama-sama menjaga konsistensi ini demi masa depan mereka,” pungkas Ustadz Pahri dalam sambutannya.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu