
PWMU.CO – Ada yang unik dari peringatan Milad ke-108 Aisyiyah yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Bakungtemenggungan, Balongbendo, Sidoarjo. Mereka menggelar kegiatan bertajuk Aisyiyah Camp: Refleksi Milad 108 selama dua hari, Jumat–Sabtu (27–28/7/2025) di Wanawisata Dlundung, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Acara ini diikuti oleh 50 peserta, terdiri atas anggota PRA Bakungtemenggungan serta beberapa anggota Remas Mujahidin Bakungtemenggungan. Dalam suasana alam yang sejuk dan tenang, kegiatan ini menghadirkan semangat kebersamaan, pembinaan spiritual, dan penguatan ukhuwah.
Sekretaris PRA Bakungtemenggungan, Lay Lara Lorenty menjelaskan tujuan kegiatan ini. “Kami menggelar acara ini dalam rangka refleksi Milad Aisyiyah ke-108 dengan mengambil tema “Menyatukan Ukhuwah, Bergerak dalam Kebaikan. Dengan acara ini diharapkan semua anggota Aisyiyah bisa lebih solid dan selalu bersemangat bergerak dalam kebaikan,” ungkapnya.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi refleksi oleh Ibu Sunarsih SAg MSi. Ia menegaskan pentingnya menjaga ukhuwah sebagai bagian dari ajaran Islam. “Ada empat pilar dalam menjaga ukhuwah,” ujarnya, lalu menyampaikan poin-poinnya:
- Bersikap husnudzan dan jauhi su’udzan antara sesama muslim (QS al-Hujurat: 12).
- Berpegang pada tali Allah (Islam) secara kaffah dan bergaul dengan pedoman Al-Qur’an dan Sunnah (QS al-Baqarah: 208).
- Melaksanakan hak-hak sesama muslim (QS al-Maidah: 2).
- Menjauhi perbuatan yang merusak ukhuwah, seperti menghina, ghibah, memfitnah, menyebarkan aib, saling mencurigai, dan lainnya.
Sunarsih pun mengutip hadits Bukhari-Muslim:
إِيَّا كُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَتَدَابَرُوا وَلاَتَبَاغَضُوا وَكُوْنُواعِبَادَاللَّهِ إحْوَانًا
Artinya: “Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”
Selain ukhuwah, Sunarsih juga menjelaskan konsep dinamis dengan menganalogikan proses pergerakan planet agar tercipta keseimbangan di alam semesta. Ia menyinggung QS Yasin ayat 38 yang berbunyi:
وَٱلشَّمۡسُ تَجۡرِي لِمُسۡتَقَرّٖ لَّهَاۚ ذَٰلِكَ تَقۡدِيرُ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡعَلِيمِ ٣٨
Ayat ini menceritakan tentang pergerakan matahari sebagai simbol keseimbangan. Selanjutnya, Sunarsih juga menjelaskan bahwa kita di bumi ini diperintahkan untuk bersikap dinamis dengan mengerjakan banyak amal baik. Ia pun kembali mengutip QS al-Insyirah ayat 7 yang berbunyi:
فَإِذَا فَرَغۡتَ فَٱنصَبۡ ٧
Artinya: Jika sudah selesai mengerjakan satu hal, maka bersegeralah untuk mengerjakan urusan lainnya.
Ia mendorong umat Islam untuk selalu produktif dan tidak berhenti berbuat kebaikan. “Maka dengan potensi yang dimiliki oleh semua anggota di ranting Aisyiyah Bakungtemenggungan, mari bergerak dengan bersegera melakukan amal shalih melalui program-program di ranting agar membawa manfaat untuk masyarakat sekitar,” pesannya.
Ia menutup dengan kalimat inspiratif, “Bergeraklah, sesungguhnya di dalam pergerakan itu terdapat berkah. Sedangkan banyak duduk diam memperpendek umur.”
Memasuki hari kedua, peserta mengikuti sesi senam dan permainan ringan. Suasana menjadi penuh semangat dan canda tawa. Bahkan pasangan lansia, Bapak Saidi (89 tahun) dan istrinya, Ibu Sulam, turut aktif mengikuti kegiatan. “Kami berdua menikmati hari-hari kami dengan banyak bersosialisasi dan berkegiatan yang menyenangkan dengan ibu-ibu ranting Aisyiyah Bakungtemenggungan. Alhamdulillah, masih diberi kesempatan untuk menikmati alam segar di sini dengan gembira,” tuturnya.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta menikmati panorama air terjun dan berfoto bersama di area wisata yang asri dan menyejukkan. (*)
Penulis Sunarsih Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments