
PWMU.CO – Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Payaman, Lamongan, menggelar kegiatan kajian rutin yang diikuti oleh sekitar 70 anggota Aisyiyah Payaman Lamongan.
Acara tersebut dilaksanakan pada Ahad (15/6/2025), pukul 19.30 WIB (ba’da shalat Isya’) hingga selesai, di Rumah Tahfidz Payaman, Lamongan.
Kajian rutin kali ini menghadirkan Ustadz Miftakhul Huda Lc sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan tema Hikmah Berkurban.
Dalam ceramahnya, Miftakhul Huda mengungkap makna dan hikmah penting dari ibadah kurban, sehingga anggota Aisyiyah Payaman Lamongan dapat lebih dekat dan taat kepada Allah SWT, sekaligus belajar dari kisah Nabi Ibrahim AS.
Miftakhul Huda menjabarkan setidaknya empat hikmah penting dari ibadah kurban. Pertama, berkurban adalah bukti ketakwaan. Dalam al-Quran disebut bahwa daging dan darah hewan kurban tidak akan sampai kepada Allah, tapi ketakwaanlah yang diterima oleh-Nya. Dengan melaksanakan kurban, manusia belajar untuk lebih dekat, taat, dan ikhlas hanya demi mencari ridha Allah.
Kedua, berkurban merupakan sebuah ibadah. Dalam Islam, ada dua hari raya yang diberkahi, yaitu Idul Adha dan Idul Fitri. Dalam perayaan Idul Adha, umat Islam diberi peluang untuk melatih keikhlasan, kepedulian, dan pengorbanan demi kepentingan sesama manusia, sehingga syiar agama Islam lebih luas dan terasa damai di tengah masyarakat.
Ketiga, Idul Adha juga merupakan perwujudan syiar Islam. Dalam pertemuan tersebut, Miftakhul Huda juga menyampaikan bahwa peringatan Idul Adha bukan hanya sebuah perayaan, tapi juga momentum penting untuk belajar mengenai hikmah hidup dan pengorbanan.
Dalam Islam, perayaan Idul Adha dan Idul Fitri adalah dua hari besar yang diberkahi oleh Allah, sehingga harus disambut dengan hati yang syukur dan penuh iman.

Keempat, berkurban juga merupakan makna kesabaran dan ketaatan. Dalam kisah Nabi Ibrahim AS, terdapat sebuah perintah dari Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.
Dengan penuh kesabaran, Nabi Ibrahim melaksanakan perintah tersebut, lalu kemudian Allah menggantinya dengan seekor domba. Kejadian tersebut memberikan teladan mengenai kesabaran, kepatuhan, dan ketaatan manusia kepada perintah Allah.
Antusiasme para anggota Aisyiyah tampak jelas saat menyimak ceramah tersebut. Tanpa satu pun yang bergeming, mereka mendengarkan penyampaian dari Miftakhul Huda mengenai hikmah dan ajaran yang terkandung di balik ibadah kurban, sehingga para anggota lebih khusyuk dan mampu merenungkan maksud dan hikmah perintah Allah.
Salah satu anggota PRA Payaman Lamongan menyampaikan harapan, bahwa kegiatan rutin semacam ini dapat terus berjalan dan menjadi ajang silaturahim, belajar agama, sekaligus meningkatkan kualitas iman dan takwa para anggota Aisyiyah.
Dengan memahami hikmah dari ibadah kurban, diharapkan anggota PRA Payaman Lamongan mampu menjadi manusia yang lebih dekat kepada Allah dan berguna bagi masyarakat luas.(*)
Penulis Helmy Choiriyanto Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments