Menjadi perempuan adalah sebuah takdir, dan tidak ada alasan untuk tidak bersyukur. Dari rahim perempuanlah lahir manusia dengan berbagai karakter, sekaligus menjadi sekolah pertama bagi anak-anaknya kelak. Hal ini bukan sekadar tradisi, tetapi kapasitas alami yang telah dimiliki perempuan sejak ia dilahirkan.
Perempuan Aisyiyah adalah para anggota organisasi perempuan Islam Aisyiyah, sayap perempuan Muhammadiyah. Mereka didorong untuk berperan aktif sebagai agen perubahan moral di masyarakat, mengambil bagian dalam pemberdayaan ekonomi keluarga, serta terlibat dalam pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
Dengan semangat “Islam Berkemajuan”, perempuan Aisyiyah diharapkan tidak hanya fokus pada ranah domestik, tetapi juga hadir dan berkontribusi di ruang publik.
Pada Sabtu pagi, (29/11/2025) Ranting Aisyiyah (PRA) Suko kembali dipercaya menjadi tuan rumah rapat pleno bulanan yang diselenggarakan PCA Sidoarjo bersama seluruh PRA di Kecamatan Sidoarjo. Cuaca cerah menyambut kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Suko dan dihadiri hampir 100 peserta.
Ketua PRA Suko, Widiana Kartikasari, telah membagi tugas kepada seluruh jajaran untuk memastikan kegiatan berjalan lancar. PRA Suko juga memberikan teladan dalam upaya mengurangi sampah dengan mengimbau peserta membawa kotak sendiri untuk snack. Snack disediakan tanpa dus, disertai hidangan tambahan berupa polo pendem.
Materi Pleno
Pembahasan pleno masih berfokus pada isu stunting. Setiap PRA diminta melaporkan data sesuai kondisi lapangan. Aisyiyah terus menggerakkan program pencegahan dan penanganan stunting melalui edukasi pola asuh, gizi, pentingnya tablet tambah darah, serta pendampingan ibu hamil, remaja putri, dan keluarga.
Materi tambahan disampaikan mengenai Pos Bantuan Hukum (Pos Banhum), yang selama ini mendampingi berbagai kasus hukum termasuk implementasi UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) serta upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Aisyiyah dalam menegakkan keadilan sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa biaya mahal.
Amal Usaha PRA Suko
Pada kesempatan pleno, PRA Suko turut memamerkan produk unggulan seperti Mie LezatMU, yang telah dirintis selama tiga tahun. Produk Muhammadiyah ini diharapkan mampu bersaing dengan mie instan di pasaran, dengan keunggulan berbahan tepung mocaf dan tanpa bahan pengawet.
Selain itu, PRA Suko juga memperkenalkan air demineral QMas M serta bersiap menjadi distributor air mineral Quan yang menyasar kalangan Gen Z dengan desain kemasan yang lebih modern. Produk-produk ini dikembangkan oleh Majelis Ekonomi PRA Suko melalui unit usaha “Walidah Biz”, yang meliputi katering, penjualan Mie LezatMU, air QMas, dan beras Ajwa.
Tekad Baru untuk Terus Berkembang
Konsep “Perempuan Berkemajuan” menjadi landasan Aisyiyah dalam membentuk pribadi perempuan yang beriman, moderat, inovatif, serta inklusif. Aisyiyah terus memperkuat amal usaha di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan kesehatan demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. PRA Suko menegaskan komitmen untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar.
Beragam wawasan diperoleh peserta, mulai dari edukasi stunting, composting, sampai informasi terkait Pos Bantuan Hukum. Praktik minim sampah yang diterapkan PRA Suko juga mendapat perhatian, dengan menyediakan snack tanpa kotak dan meminta peserta membawa wadah sendiri. Langkah ini turut mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan sampah kardus, yang berdampak pada penurunan jejak karbon.
PRA Suko berharap kebiasaan minim sampah ini dapat diterapkan pada setiap pleno maupun kegiatan lainnya.
Kombinasi Kerja Keras dan Doa
Doa menjadi pelengkap dari kerja keras, bukan pengganti. Bekerja adalah ikhtiar, sementara doa menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Sebagaimana pepatah mengatakan, “Berdoa tanpa bekerja itu bohong, bekerja tanpa berdoa itu sombong.”
Ustazah Haro dari Majelis Tabligh PRA Suko menutup kegiatan dengan membacakan doa untuk ketenangan hati yang diriwayatkan Imam Thabrani dari Abu Umamah:
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang tenang, yang yakin akan bertemu dengan-Mu, yang ridha dengan ketetapan-Mu, dan yang merasa cukup dengan pemberian-Mu.”
Ke depan, Aisyiyah Sidoarjo berharap dapat terus berkembang dalam pemberdayaan ekonomi, kepemimpinan inklusif, pendidikan, kesehatan, serta penguatan keadilan sosial.
Teruslah berjuang, para Perempuan Aisyiyah. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments