Ada strategi unik dan jitu yang diterapkan skuad Tim Futsal SMPM 12 (Spemudas) Paciran Lamongan saat bertanding di Futsal Modern Championship 2025 di Aula KH. M. Ridwan Syarqowi Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Paciran Lamongan Jawa Timur, Sabtu – Rabo (1-5/11/2025).
Dengan menerapkan komunikasi bahasa Arab sebagai sandi aba-aba bermain futsal, tim Spemudas mempertolah keuntungan besar karena tim lawan tidak memahami instruksi rahasia itu.
Pelatih dan official futsal Spemudas, Ustadz Ngajiono S.PdI dan Miftah Uchya memberi instruksi dari luar lapangan dengan bahasa yang hanya dipahami oleh santri Ponpes Al-Ishlah yang beralamat di Desa Sendangagung Kecamatan Paciran, karena mereka terbiasa dengan bahasa itu.
” Ijri ilal amam, ‘Ithi ilal Yamin, ihmil binafsika, artinya: Lari ke depan berikan bola ke kanan dan bawa sendiri!,” Komando Ustadz Ngajiono dari luar lapangan.
“Alhamdulillah dengan bahasa Arab, tim Spemudas berhasil menaklukkan lawan dan meraih juara satu di turnamen bergengsi ini,” ujar guru bahasa Arab di Ponpes Al-Ishlah Sendangagung ini.
Dia juga menambahkan, bahwa lomba ini diikuti oleh sekolah dan madrasah se-Jatim dan SMPM 12 Paciran mengirimkan 1 Tim Futsal yang terdiri dari; Dofin, William, Arkan, Afdhal, Rizky, Bima, Adi, Thoriq, Zidan, Fajar, Galang, dan Dika.
” Di babak penyisihan tim Spemudas FC berhasil menaklukkan tim kuat SMPN 6 Tuban dengan skor 5-3, dan babak 16 besar berhasil melibas Tim SMP Takerharjo dengan skor 5-0,” terangnya.
Tambah Ustadz Ngajiono yang akrab disapa Ustadz Jio, bahwa pada babak perempat Final tim yang dikapteni oleh Arkan Sayyaf berhasil menggilas tim SMPM 18 Warulor dengan skor 10-0, pada babak semifinal berhasil menjungkalkan tim kuat SMPN 1 Paciran dengan skor mencolok 7-2.
Lanjutnya, Pertandingan final antara Spemudas melawan MU (Mazra’atul Ulum) dimenangkan oleh tim Spemudas dengan skor 5-4, waktu normal 2-2 dan dilanjutkan adu pinalti 3-2 untuk tim Spemudas, jalannya pertandingan final sangat seru dan menarik, jual beli Serangan terjadi antar kedua tim, meskipun mendominasi pertandingan tim Spemudad sempat tertinggal 1 gol dari MU, pada babak kedua tim MU berhasil menggandakan skor 2-0.
“Tertinggal 2 gol tim Spemudas tidak panik, pelatih menginstruksikan untuk bermain lebih tenang dan bermain lebih cepat, strategi tersebut berhasil membuat tim MU kuwalahan, akhirnya tim Spemudas berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 disisa waktu babak kedua dan berhasil menjadi juara lewat adu pinalti (3-2),” terang Ustadz Jio.
Koordinator ekstrakurikuler olahraga Spemudas, Miftah Uchya menimpali bahwa yang bermain gemilang di turnamen ini adalah Bima Adi Nugraha kelas 8 dan kemudian dinobatkan sebagai pemain terbaik.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments