Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sumurgayam, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, bersama Takmir Masjid At-Taqwa menggelar pengajian dan buka bersama (bukber) pada Ramadan hari ke-20, Senin (9/3/2026).
Kegiatan yang diprakarsai Takmir Masjid At-Taqwa ini diketuai Drs. M. Anwar, M.Pd dengan Fatchur Rohim, S.Ag, S.Pd sebagai sekretaris. Acara tersebut berkolaborasi dengan Ketua PRM Sumurgayam, Sukono, S.Pd, dan berhasil menarik lebih dari 650 jamaah warga setempat.
Fatchur Rohim menuturkan, suasana kebersamaan sudah terasa sejak selepas salat Asar. Warga mulai berdatangan ke masjid untuk mempersiapkan kegiatan menjelang berbuka.
“Sejak usai salat Asar, geliat warga Muhammadiyah Sumurgayam sudah mulai tampak. Para bapak menggelar tikar di halaman masjid, sementara ibu-ibu datang membawa aneka jajanan dan minuman untuk takjil,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan susunan acara yang digelar dalam kegiatan tersebut. Acara diawali dengan pembukaan oleh Sukono, dilanjutkan dengan lantunan Gema Wahyu Ilahi oleh Yoga Pramana, siswa kelas XII-C MA Al-Ishlah Sendangagung. Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Ketua Takmir Masjid At-Taqwa, Drs. M. Anwar, M.Pd.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan yang dipimpin oleh Fatchur Rohim, serta pengajian menjelang berbuka yang disampaikan Ustadz Aditama, S.PdI, M.Ag.
“Alhamdulillah, antusias warga Muhammadiyah Sumurgayam sangat tinggi. Dusun kecil yang mayoritas warganya jamaah Muhammadiyah ini terlihat guyub dan kompak ketika ada kegiatan persyarikatan yang dipusatkan di masjid. Semoga kebersamaan ini bisa terus istiqamah dan menambah pahala di bulan Ramadan,” tambahnya.
Sementara itu, penceramah Ustadz Aditama yang dihadirkan dari Pudak, Gresik, menyampaikan materi tentang keberkahan bulan Ramadan serta pentingnya memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Alumnus MA Al-Ishlah yang pernah menjabat Ketua Organisasi Pelajar Ponpes Al-Ishlah (OPPI) tahun 2004 tersebut juga menjelaskan tentang tingkatan puasa.
“Tingkatan puasa ada tiga. Pertama, puasa orang awam. Kedua, puasa orang khusus. Ketiga, puasa khususil khusus,” terangnya.
Ceramah berakhir saat kumandang azan Magrib terdengar sebagai tanda waktu berbuka puasa. Setelah Ustadz Aditama menutup pengajian dengan salam, acara dilanjutkan dengan pembagian takjil, salat Magrib berjamaah, dan buka bersama. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments