Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Cungkup beserta Ortom kembali menyelenggarakan kajian rutin bulanan (setiap Sabtu malam Ahad, bertepatan di awal pekan).
Pada Sabtu (4/4/2026), tepat pukul 19.30 WIB (ba’da salat Isya), kegiatan ini bertempat di kediaman Bapak Sumari.
Kajian dihadiri sekitar 100 jamaah, terdiri dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Anak usia balita yang turut serta meramaikan pengajian rutin ini juga didampingi oleh orang tua masing-masing.
Kajian diawali dengan iftitah oleh Ketua PRM Cungkup, Sujoko Pranoto, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas partisipasi pemuda sebagai panitia penyelenggara, dikarenakan pemuda yang konsisten dan amanah dalam mengemban tugas yang diberikan para ayahanda di PRM.
Selain itu, patungan syirkah kurban juga telah dibuka untuk keperluan Idul Kurban mendatang. Peran PRM dan Ortom sebagai pengelola meliputi syirkah, tabungan kurban, penerimaan, hingga penyembelihan dan pembagian kurban.
Ustadz Akhmad Badawi, S.Pd.I., selaku pemateri kajian hari ini, pada awal kajian menyampaikan budaya bermaaf-maafan setelah berpuasa Ramadan yang dipopulerkan oleh para ulama terdahulu.
Ustadz Badawi juga mengingatkan agar jamaah tidak menyimpan rasa benci dan dendam. Sebaiknya, kita saling memaafkan meskipun pernah terjerat rasa benci atau dendam, karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan.
Selanjutnya, Ustadz Badawi mengupas terkait bangsa Persia yang sekarang adalah negara Iran. Saat ini Iran tengah menghadapi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dahulu, ketika identitas Iran masih dikenal sebagai Persia, bangsa Persia pernah mengalahkan Romawi, sebagaimana dikisahkan dalam al-Quran Q.S. Ar-Rum.
Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa janji Allah pasti akan terjadi, sebagaimana dalil yang terjemahannya, “Sesungguhnya janji Allah itu haq.”
Pada akhir sesi kajian, Ustadz Badawi mengingatkan kepada para jamaah agar tidak lepas dari al-Quran, dengan menjadikannya sebagai bacaan wajib bagi kalangan muslim.
Sebagaimana kita sebagai warga negara Indonesia yang memiliki hak konstitusional beragama dan beribadah menurut agama atau kepercayaan masing-masing, membaca al-Quran termasuk ibadah bagi umat Islam.
Jamaah dibuat terpacu oleh apa yang disampaikan Ustadz Badawi. Selain materi yang menjadi pemantik rasa penasaran, retorika beliau juga sangat menarik dan penuh semangat, disertai ciri khas berbicara menggunakan logat Jawa ndeso.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments