Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Merjosari 2, Kota Malang, melaksanakan kunjungan studi ke SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz), Sidoarjo, pada Selasa (23/12/2025). Kunjungan ini difokuskan untuk mempelajari secara langsung implementasi program Home Care & Therapy Inklusi yang dikelola sekolah.
Tim yang berjumlah 5 orang tersebut diterima langsung oleh pimpinan dan tim manajemen terapi SD Mumtaz. Kunjungan diawali dengan penerimaan dan sambutan di Ruang Rapat Gedung 1 oleh Kepala Sekolah, Fatchul Mubarok, S.Th.i, M.Pd beserta pimpinan dan Tim manajemen Home Care & Therapy SD Mumtaz.
Setelah sesi pembukaan, rombongan diajak menuju Ruang Sumber di Gedung 2 untuk mengamati langsung proses terapi yang sedang berlangsung. Pengamatan dipandu oleh terapis-terapis SD Mumtaz, memberikan gambaran nyata tentang pendekatan individual, penggunaan media, dan interaksi terapis dengan anak.
Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab intensif di Ruang Rapat. Pada sesi ini, tim SD Mumtaz yang terdiri dari Koordinator Terapis Heni Dwi Utami, tim admisi, sekretaris, dan kepala sekolah memaparkan secara detail filosofi, Standar Operasional Prosedur (SOP), alur layanan, serta tantangan dalam menjalankan program Home Care & Therapy.
“Kami berbagi pengalaman mulai dari asesmen awal, penyusunan therapy plan individual, pelaksanaan terapi di rumah (home care) dan di sekolah, hingga sistem pelaporan kepada orang tua dan manajemen,” ujar Heni Dwi Utami, Koordinator Terapis.
Berdasarkan materi yang dipaparkan, program Home Care & Therapy Inklusi SD Mumtaz menawarkan layanan intervensi komprehensif bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), mulai dari tingkat TK hingga remaja. Layanan mencakup berbagai jenis terapi seperti Intervensi Al-Quran, Intervensi Olah Tubuh, dan Intervensi Klinis (ABA, Okupasi Terapi, Terapi Wicara, dll).

Keunikan program ini terletak pada fleksibilitas lokasi terapi (rumah atau sekolah) yang disesuaikan dengan kenyamanan dan kebutuhan anak, serta pendekatan Islami dan inklusif. Program ini didukung SOP yang ketat untuk menjamin profesionalisme, keselamatan pasien, dan akuntabilitas layanan.
Dalam sambutannya, perwakilan PRM dan PRA Merjosari Malang menyampaikan apresiasi tinggi atas kesediaan berbagi ilmu. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun jejaring dan pertukaran pengetahuan antar amal usaha Muhammadiyah di bidang layanan inklusi.
“Besar harapan kami ilmu yang didapat dapat dikembangkan dan diimplementasikan untuk turut menebar manfaat di komunitas kami,” ujar Muhammad Isrok, Ketua PRM Merjosari 2 Malang.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, mengukuhkan semangat ukhuwah dan kolaborasi dalam penguatan layanan pendidikan dan sosial bagi anak berkebutuhan khusus.






0 Tanggapan
Empty Comments