Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Godog, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, menjadi salah satu peserta istimewa dalam ajang Cabang, Ranting, dan Masjid (CRM) Award VI kategori Best of the Best yang digelar oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (13–16/11/2025).
Dalam ajang yang dihadiri ratusan kader dan tokoh Muhammadiyah dari seluruh Indonesia ini, PRM Godog hadir dengan semangat besar membawa identitasnya sebagai ranting yang berdiri teguh di desa namun berpikir mendunia.
Menampilkan Program Unggulan di Expo Nasional
Ketua PRM Godog, Kaniran, menjelaskan bahwa pihaknya berkesempatan membuka stand dalam Expo CRM Award VI untuk memperkenalkan profil organisasi serta berbagai produk dan program unggulan yang menjadi kebanggaan warga Muhammadiyah Godog.
“Ini bukan sekadar pameran, tapi wujud rasa syukur atas perjalanan panjang dakwah PRM Godog sejak 1967. Kami ingin berbagi semangat kemandirian, inovasi, dan pengabdian kepada umat,” ujarnya.
Kaniran menyebut, PRM Godog didirikan oleh tiga tokoh perintis: KH. Moh. Showab Mabrur, KH. Thoha Abdullah, dan KH. Syampuri. Sejak berdiri, ranting ini berkembang pesat dan kini memiliki kekuatan aset yang luar biasa, diperkirakan mencapai Rp 31 miliar, yang terbagi antara bidang pendidikan (Rp 15 miliar), sarana ibadah (Rp 12 miliar), koperasi pesantren (Rp 2,9 miliar), serta aset tanah dan bangunan lainnya senilai Rp 1,1 miliar.
Lima Pilar Gerakan PRM Godog
Keberhasilan PRM Godog bukanlah kebetulan. Di bawah kepemimpinan Kaniran, ranting ini meneguhkan gerakannya melalui lima pilar utama yang menjadi fondasi dakwah dan pembangunan berkelanjutan.
Satu, Pendidikan dan Dakwah – Fondasi Generasi Penerus
PRM Godog mengelola ekosistem pendidikan yang lengkap: mulai dari PAUD, TK, MI, SMP, hingga MA—total lima lembaga formal. Belum termasuk tujuh TPQ dan tiga Madrasah Diniyah.
“Pendidikan adalah jantung gerakan kami,” ujar Kaniran. “Kami juga sudah menyiapkan lahan seluas 1.482 meter persegi untuk pengembangan lembaga pendidikan di masa depan.”
Dua, Ekonomi Produktif – Roda Kemandirian Organisasi
Bidang ekonomi menjadi pilar penting dalam menopang aktivitas dakwah. Melalui Koperasi KOPONTRENMU Sejahtera dengan aset Rp 2,9 miliar, PRM Godog menyediakan kebutuhan pokok masyarakat, seperti pupuk dan LPG, serta menyewakan perlengkapan acara dan properti.
Unit usaha Surya Muda turut memperkuat perputaran ekonomi organisasi agar ranting bisa mandiri secara finansial tanpa bergantung pada donasi.
Tiga, Pelayanan Sosial – Gerakan Filantropi yang Berdampak
Gerakan sosial PRM Godog berfokus pada program yang benar-benar menyentuh masyarakat: pembangunan rumah bagi warga kurang mampu dan bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM lokal.
Seluruh kegiatan filantropi dikelola secara profesional melalui lembaga Baitul Maal, sehingga manfaatnya tepat sasaran dan berkelanjutan.
Empat, Keagamaan – Dakwah yang Menghidupkan
Dalam bidang keagamaan, PRM Godog mengelola Masjid At-Taqwa dan 10 mushala, serta sebuah perpustakaan yang aktif mendukung literasi keislaman.
Program andalannya, Kajian Sore Ramadhan, menjadi magnet dakwah sosial yang digagas oleh Pemuda Muhammadiyah. “Program ini bukan hanya kajian biasa,” jelas Kaniran, “tapi juga momentum berbagi. Ribuan jamaah hadir setiap tahun untuk mengikuti kajian, buka puasa gratis, dan santunan massal.”
Lima, Internasionalisasi Muhammadiyah – Syiar sampai Mancanegara
Menariknya, PRM Godog telah menembus batas geografis. Para kader yang bekerja sebagai tenaga migran di Malaysia didorong untuk membentuk Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) dan Pimpinan Ranting Istimewa Aisyiyah (PRIA) di Kampung Baru, Malaysia.
Kini, dua kader terbaik dari Godog dipercaya menjadi ketua PRIM dan PRIA periode 2023–2025. “Ini bukti bahwa semangat dakwah bisa menembus batas negara,” tegas Kaniran.
Partisipasi PRM Godog dalam CRM Award VI tidak hanya menegaskan eksistensinya sebagai ranting unggulan, tetapi juga memperlihatkan bahwa gerakan Muhammadiyah di tingkat desa mampu berkontribusi besar dalam skala nasional bahkan internasional.
“Meskipun kami Ranting, tapi visi kami besar,” kata Kaniran penuh semangat. “Kami ingin menunjukkan bahwa dari desa pun, dakwah Islam berkemajuan bisa bersinar sampai dunia.” (*)






0 Tanggapan
Empty Comments