Kultum shalat tarawih di PRM Jalen, Genteng, Banyuwangi memberdayakan generasi muda sebagai bagian dari estafet kepemimpinan persyarikatan Muhammadiyah.
Komitmen tersebut terlihat pada pelaksanaan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) Selasa (2/3/2026) di Mushala Miftahul Jannah, saat petugas kultum dipercayakan kepada generasi penerus, salah satu siswa kelas X SMA Muhammadiyah Genteng.
PRM Jalen sebagai ujung tombak perjuangan organisasi Muhammadiyah memiliki dua pusat kegiatan ibadah, yakni Mushala Miftahul Jannah (Langgar Lor) yang menjadi cikal bakal berdirinya Muhammadiyah di ranting Jalen dan Masjid Al-Falah sebagai Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdamu).
Kedua tempat ibadah tersebut aktif menyelenggarakan shalat lima waktu, kegiatan Ramadan, serta pembinaan Madrasah/TPA/TPQ yang berada di bawah manajemen ketakmiran Masjid Al-Falah Jalen. Untuk kegiatan besar seperti shalat Jumat, PHBI, dan pengajian kolosal, seluruh jamaah dipusatkan di Masjid Al-Falah.
Mushala sebagai Tempat Penempaan Kader
Pemberdayaan generasi muda tidak dilakukan secara instan. Mushala Miftahul Jannah dan Masjid Al-Falah menjadi ruang kaderisasi yang terstruktur, terutama dalam melatih kemampuan retorika dan dakwah generasi penerus.
Mu’at bin Chambal, S.Pd., Ketua Majelis Kader PRM Jalen, menjelaskan bahwa sebelum diberi tugas kultum, para pelajar mulai tingkat SD hingga mahasiswa semester awal terlebih dahulu dibekali ilmu retorika dan dilatih secara intensif.
“Anak-anak digembleng dan dipraktikkan berulang kali. Untuk tampil di depan umum, mereka memulai dari mushala terlebih dahulu. Jika sudah dirasa mampu, baru kami tampilkan di Masjid Al-Falah. Mushala menjadi tempat penempaan calon generasi penerus,” jelasnya.
Meski demikian, petugas kultum di mushala tetap dipadukan antara generasi muda dan generasi senior secara terjadwal agar proses pembelajaran berlangsung seimbang.
Kultum Tarawih Angkat Keutamaan Membaca Al-Qur’an
Pada kesempatan tersebut, kultum tarawih di Mushala Miftahul Jannah disampaikan oleh Rehyan Iftitan dengan tema “Keutamaan Membaca Al-Qur’an” yang telah dijadwalkan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Genteng untuk seluruh masjid dan mushala Muhammadiyah se-PCM Genteng.
Mengawali ceramahnya, Rehyan menyampaikan hadits tentang pentingnya berpegang teguh kepada Al-Qur’an di tengah berbagai fitnah zaman.
Ia mengutip riwayat dari sahabat Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah SAW bersabda akan terjadi fitnah besar terhadap agama. Ketika ditanya jalan keluarnya, Rasulullah menjawab bahwa solusinya adalah Kitabullah, yakni Al-Qur’an, yang di dalamnya terdapat berita umat terdahulu, kabar masa depan, serta hukum bagi persoalan manusia.
Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa siapa yang meninggalkan Al-Qur’an akan binasa, dan siapa yang mencari petunjuk selain darinya akan tersesat. Al-Qur’an disebut sebagai tali Allah yang kuat, peringatan yang bijaksana, serta petunjuk lurus yang tidak akan lapuk meski dibaca berulang kali.
“Siapa yang berbicara dengannya akan benar, siapa yang berhukum dengannya akan adil, siapa yang mengamalkannya akan mendapat pahala, dan siapa yang berpegang teguh kepadanya akan ditunjukkan ke jalan yang lurus,” demikian pesan hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ad-Darimi.
Kultum tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah di tingkat ranting dalam menanamkan nilai dakwah sejak dini kepada generasi muda, sekaligus melatih keberanian dan tanggung jawab mereka dalam menyampaikan pesan keagamaan di tengah masyarakat.






0 Tanggapan
Empty Comments