Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jalen, Genteng Banyuwangi pada Sabtu (14/03/2026) menyalurkan sembilan kebutuhan pokok (sembako) kepada jama’ah menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H.
Sebanyak lima puluh lima paket sembako yang terdiri dari beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kg, kecap 1 botol, mei dan teh telah dipersiapkan oleh bendahara dana sosial (Dansos) PRM Jalen Daryono Hadi.
“Alhamdulillah tahun ini kita mendapat sumbangan dari empat donatur yang nilainya hampir sepuluh juta” tutur Daryono.
“Ada yang berupa paket beras, dan sisanya berupa uang tunai dan telah ditransfer melalui rekening PRM Jalen. Dari dana tersebut telah kami belanjakan dalam berupa barang kebutuhan pokok dan kami kemas dalam bentuk 55 paket secara rata” jelasnya.
Naikkan Nilai Kuantitas dan Kualitas
Kegiatan bantuan sosial berupa paket sembako sering terlaksana oleh PRM maupun PRA Jalen dalam bentuk kegiatan di luar bulan puasa. Namun khusus untuk bulan Ramadan, bantuan sosial terbagi menjadi dua. Yaitu untuk PRA mengkondisikan dana bantuan bagi anak yatim/piatu.
Sedangkan PRM mengusahakan dana untuk bantuan sosial bagi kaum dhuafa, yang pelaksaan penyalurannya secara bersaamaan baik waktu maupun tempat, yaitu masjid al-Falah Jalen.
Untuk kriteria dari penerima bantuan sembako diurutkan sesuai skala prioritas yaitu dimulai dari yang sangat membutuhkan. Dari para janda yang sudah tidak mampu lagi beraktifitas, keluarga yang kepala rumah tangganya mengalami sakit yang sudah lama, hingga keluarga yang memiliki banyak anak dan penghasilannya kurang memadai.
Untuk nilai sembako yang terbagi kepada para penerima pada setiap tahunnya, panitia selalu menaikkan kuantitas dan kualitas barang, terutama minyak dan beras.
Membangun Kebersamaan
Pelaksanaan santunan dhuafa PRM Jalen dimulai tepat pukul 16.30 Wib. Santunan berawal dengan serangkaian seremonial berupa sambutan dari ketua takmir masjid Al-Falah berlanjut dengan sambutan ketua PRM Jalen dan Kultum menjelang berbuka puasa.
“Pembagian sembako sendiri sebenarnya bisa kami mengantarkan langsung kerumah-rumah. Tetapi lebih dari itu, kami ingin kebersamaan, duduk bersama, menikmati buka puasa bersama dan melaksanakan shalat jama’ah magrib bersama” ujar koordinator pembagian paket sembako Zainul Arifin.
“Dan bagi yang mampu, bisa melanjutkan shalat tarawih bersama. Itulah sebenarnya yang kami inginkan, yaitu suatu kebersamaan sebenarnya dalam wadah yang membaur berupa persyarikatan” tambahnya.






0 Tanggapan
Empty Comments