Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kalijaten, Taman, Sidoarjo, menyemarakkan Ramadan 1447 Hijriah dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Kegiatan tersebut meliputi kajian Ahad pagi, bazar sembako murah, potong rambut gratis, kajian Ramadan menjelang berbuka puasa, serta pembagian paket bingkisan Lebaran kepada 100 penerima manfaat. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Masjid At-Taqwa PRM Kalijaten, Ahad (8/3/2026).
Ketua PRM Kalijaten, Bambang Suhermanto, mengatakan bahwa kajian Ramadan menjelang berbuka puasa yang digelar pada Ahad (8/3/2026) merupakan hasil kolaborasi antara PRM Kalijaten, Takmir Masjid At-Taqwa, dan Remaja Masjid At-Taqwa.
“Alhamdulillah pada kegiatan kali ini kami dapat menghadirkan Dr. H. M. Sholihin Fanani, M.PSDM., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, sebagai pembicara. Kehadiran beliau mampu menarik perhatian ratusan jamaah yang hadir di Masjid At-Taqwa,” ujarnya.
Bambang juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan semua pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini. Semoga kegiatan yang akan datang semakin bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam kajian Ramadan tersebut, Dr. H. M. Sholihin Fanani mengajak para jamaah untuk senantiasa memperbanyak ucapan syukur kepada Allah SWT dengan membaca kalimat Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.
“Kadang kita lupa, bahkan sering lupa mengucapkan Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Padahal kalimat tahmid ini memiliki keutamaan yang sangat besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa manusia memiliki dua penyakit yang sebenarnya tidak dapat disembuhkan oleh dokter, melainkan harus diatasi oleh diri sendiri.
“Obate ono nang awake dhewe-dhewe, doktere ono nang awake dhewe-dhewe,” ujarnya dalam bahasa Jawa yang disambut senyum jamaah.
Menurutnya, penyakit pertama adalah malas. Sikap malas tidak memiliki obat selain kemauan dari diri sendiri untuk berubah menjadi pribadi yang rajin.
“Karena itu jadilah orang yang sergep atau rajin, termasuk rajin mengucapkan Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Jika kalimat tahmid diucapkan dengan ikhlas, kemuliaannya dapat memenuhi langit dan bumi,” jelasnya.
Penyakit kedua adalah lupa (lali). Ia mengingatkan bahwa manusia memang tempatnya salah dan lupa sebagaimana ungkapan Al-insanu mahallul khatha’ wan nisyan.
“Oleh karena itu, kita harus selalu ingat kepada Allah dan pandai bersyukur dengan memperbanyak ucapan Alhamdulillahi rabbil ‘alamin,” katanya.
Dalam tausiyahnya, Sholihin Fanani juga mengajak jamaah menerapkan prinsip 5T dan 1I dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, Taqarrub ilallah, yaitu mendekatkan diri kepada Allah. Menurutnya, orang yang dekat dengan Allah akan memperoleh ketenangan hati.
“Kedua adalah Taqwallah, yaitu taat dan takut kepada Allah. Taat berarti menjalankan perintah-Nya, seperti salat, puasa, dan zakat. Sedangkan takut kepada Allah berarti mampu menjauhi larangan-Nya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa orang yang bertakwa merupakan manusia yang paling mulia di sisi Allah, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Hujurat ayat 13.
Ketiga, Taubatan nasuha, yaitu bertaubat dengan sungguh-sungguh, tulus, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
“Taubat berarti memohon ampun kepada Allah sekaligus memperbaiki hubungan dengan sesama manusia,” ujarnya.
Keempat, Tawakkal ‘alallah, yaitu berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah melakukan ikhtiar.
“Allah adalah tempat kita memohon dan bergantung. Dalam Al-Qur’an juga dijelaskan bahwa Allah akan mengabulkan doa hamba-Nya yang memohon,” tuturnya.
Kelima, Ta’awun, yaitu saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan sebagaimana perintah Allah dalam Surah Al-Ma’idah.
“Dan yang terakhir adalah I, yaitu ikhlas. Mari apa pun yang kita lakukan dilandasi dengan keikhlasan karena Allah,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa jika setiap amal dilakukan dengan ikhlas dan dilandasi ketakwaan, maka Allah SWT akan memudahkan setiap langkah kehidupan.
Rangkaian kegiatan Ramadan di PRM Kalijaten tersebut berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama serta pembagian paket bingkisan Lebaran kepada masyarakat yang berhak menerima. Semangat berbagi dan kepedulian sosial pun menjadi warna utama dalam kegiatan Ramadan tahun ini. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments