Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kranji mengadakan seminar motivasi capacity building dengan menghadirkan Profesional Trainer dan Motivator Aris Setiawan, STP., CHt., Ct., Cmth. Acara berlangsung di Aula Pondok Pesantren At-Taqwa Muhammadiyah Kranji, Sabtu (15/11/2025).
Mengusung tema The Power of Unity, kegiatan ini dihadiri 120 peserta yang terdiri dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kranji, Pimpinan Ranting Aisyiyah Kranji, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan karyawan dari TK ABA 09 Kranji, MIM 09 Kranji, MTsM 17 Kranji, SMK 09 Paciran, serta MAM 11 Tahfidzul Qur’an.
Hadir pula Pengasuh Pondok Pesantren At-Taqwa Muhammadiyah Kranji KH Hasan Nawawi serta H. Anshor dan Yasa’ Sulaiman selaku Majelis Riasah.
Ketua panitia Anas Ma’ruf, S.Sos., dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini menjadi momentum untuk membangun semangat kerja para guru dan tenaga kependidikan.
“Sudah lama kami mengharapkan momen seperti ini. Tema The Power of Unity berarti kekuatan dari kesolidan, kesatuan, dan kebersamaan. Ini menjadi spirit dalam mencapai capacity building atau peningkatan kapasitas,” ujar Kepala MAM 11 Tahfidzul Qur’an itu.
Ia berharap kegiatan ini membawa dampak positif bagi seluruh peserta. “Semoga acara ini memberi manfaat bagi diri sendiri maupun lembaga,” tutupnya.
Dalam sambutannya, Pengasuh Ponpes KH Hasan Nawawi menegaskan bahwa seluruh lembaga pendidikan yang berada di bawah PRM Kranji merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena berada di bawah naungan Pondok Pesantren At-Taqwa Muhammadiyah Kranji.
“Pondok dan lembaga adalah satu kesatuan. Karena itu semuanya saling mendukung untuk membesarkan lembaga dalam bingkai dakwah,” ujarnya.
Ia menambahkan pentingnya menjadikan ilmu sebagai manfaat bagi banyak orang.
Semangat Ibadah dalam Profesi Guru
Memasuki acara inti, Aris Setiawan membuka materinya dengan kalimat “Give the Best Performance” yang terpampang pada layar. Ia menegaskan bahwa menjadi guru adalah bagian dari ibadah.
“Baik buruknya kinerja guru bukan bergantung pada kepala sekolah atau gaji, tetapi harus tumbuh dari diri sendiri. Menjadi guru adalah ibadah maka tanggung jawabnya kepada Allah. Rezeki tidak hanya berupa uang. Apa yang Anda lakukan akan Allah balas, kepada Anda atau keturunan Anda. Maka be the best and do the best,” terangnya.
Aris menjelaskan bahwa kualitas kerja seseorang berawal dari pola pikir atau mindset.
“Pola pikir akan memengaruhi tindakan dan menentukan hasil yang diperoleh. Maka hati-hati dengan persepsi Anda,” pesannya.
Ia juga menekankan sikap yang perlu dimiliki guru, yaitu respons yang baik dan positif. Adapun sikap yang harus dihindari adalah blame (menyalahkan), excuses (membuat alasan), dan denial (penyangkalan).
Menutup materinya, Aris memperkenalkan konsep SER: Sinergi, Energi, Rezeki.
“Ketika mampu bersinergi, energi positif akan muncul, dan dengan itu rezeki akan lebih mudah datang,” ujarnya.





0 Tanggapan
Empty Comments