Warna-warni batik persyarikatan mewarnai Apel Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pelangwot di Lapangan MIM 08 Pelangwot, Selasa (18/11/2025).
Ragam batik, mulai biru Muhammadiyah, hijau Aisyiyah, kuning Nasyiatul Aisyiyah, merah pelajar, hingga kuning cerah siswa PAUD mencuri perhatian. Batik ini menjadi simbol harmoni antar-Ortom sekaligus wujud kecintaan warga terhadap budaya lokal, sejalan dengan tema Milad tahun ini, “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”.
Meski terik matahari cukup menyengat, ratusan warga Muhammadiyah Pelangwot tetap mengikuti apel dengan antusias. Hadir lengkap PRM, PRA, PRNA, PRPM, Tapak Suci, pelajar PAUD–MI, guru dan tenaga kependidikan, jamaah masjid, serta masyarakat sekitar. Suasana cair dan penuh kebersamaan tampak sepanjang kegiatan.
Ketua PRM Pelangwot, Nur Shohih, bertindak sebagai pembina apel. Dalam amanahnya, ia mengajak warga meningkatkan kualitas hati sebagai fondasi gerak dakwah. Ia mengutip hadis Nabi Saw:
“Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.”
Menurutnya, kualitas hati seseorang akan menentukan kualitas amal dan kontribusinya dalam bermuhammadiyah. Suasana sempat mencair ketika ia berkata, “Cukup sedikit yang kami sampaikan…,” meski amanahnya sudah cukup panjang, membuat peserta tersenyum menahan tawa di tengah panas matahari.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penampilan Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Para pesilat cilik memperagakan jurus-jurus dasar dengan percaya diri, disambut tepuk tangan peserta.
Acara juga diisi dengan Kuis Kemuhammadiyahan, diikuti siswa dan Yunda-Yunda NA. Mereka antusias menjawab pertanyaan seputar sejarah dan tokoh Muhammadiyah, sementara panitia memberikan doorprize sebagai bentuk apresiasi. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi ringan untuk menumbuhkan pemahaman dan kecintaan generasi muda terhadap persyarikatan.
Menjelang akhir acara, ibu-ibu Aisyiyah dan Yunda-Yunda NA menyajikan tumpeng tasyakuran. Para bapak dan pemuda turut membantu mengawal hidangan yang dibawa warga. Setelah doa bersama, seluruh peserta menikmati santapan dalam suasana hangat dan penuh syukur.
Apel Milad ke-113 Muhammadiyah di Pelangwot tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga meneguhkan kembali peran warga persyarikatan dalam membangun budaya, memperkuat harmoni, dan meningkatkan kontribusi untuk memajukan kesejahteraan bangsa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments