Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Takerharjo mengisi rangkaian resepsi pernikahan dengan khotbah walimatul ‘ursy dalam acara pernikahan putri pasangan Guru MI Muhammadiyah 3 Takerharjo, Muhammad Sukarno, dengan Ma’rifatun Amanah.
Resepsi pernikahan putri mereka, Dina Novita Amaliyah, M.Pd., digelar di Takerharjo pada Sabtu (3/1/2026) mulai pukul 12.30 WIB, berlangsung khidmat dan sarat pesan keislaman.
Walimatul ‘ursy ini menjadi wujud rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas terselenggaranya akad nikah yang dilaksanakan lebih dahulu di Masjid Ar Rayyan Muhammadiyah Takerharjo pada pukul 08.00 WIB.
Pelaksanaan akad nikah di masjid dipandang sebagai praktik yang baik selama memenuhi adab, menjaga kesakralan tempat ibadah, serta tidak menimbulkan gangguan maupun kemaksiatan.
Selain sebagai ungkapan syukur, resepsi pernikahan juga berfungsi sebagai sarana pengumuman kepada masyarakat luas sekaligus ajang mempererat silaturahmi.
Tradisi walimatul ‘ursy tersebut sejalan dengan sunnah Nabi Muhammad saw, yang menganjurkan umat Islam untuk mengumumkan pernikahan dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Sahibulhajat mengundang berbagai unsur masyarakat, mulai dari jajaran PRM Takerharjo, para guru, keluarga besar, tetangga, teman, sahabat, hingga para ulama dan tokoh agama.
Tak hanya itu, fakir miskin juga diundang agar jamuan yang disajikan tidak termasuk dalam “hidangan terburuk”, sebagaimana peringatan Rasulullah Saw tentang walimah yang hanya mengundang kalangan tertentu.
Acara resepsi dipandu Abdul Malik dari PCM Panceng. Suasana semakin khidmat saat Muhammad Salim membacakan ayat suci Al-Qur’an, Surah Ar-Rum ayat 21, yang mengisahkan tentang tanda-tanda kebesaran Allah dalam penciptaan pasangan hidup sebagai sumber ketenangan, cinta, dan kasih sayang.
Dalam prosesi penerimaan pengantin putra, Sekretaris PRM Takerharjo mewakili pihak keluarga mempelai putri untuk menerima Dendi Fakrudiansa, SH, putra dari Zaenuri dan Sri Murtiningsih, warga RT 3 RW 2 Desa Jati Sidorejo, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan.
Dengan salam dan doa, ia memohon rahmat serta rida Allah Yang Maha Suci, yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan.
Di hadapan ratusan tamu undangan, Sekretaris PRM Takerharjo menyampaikan penghormatan dan ucapan terima kasih atas kehadiran para hadirin yang memberikan doa restu.
Dia juga mengungkapkan apresiasi kepada keluarga besan yang telah mempercayakan putranya untuk dibina bersama dalam ikatan pernikahan.
Dalam sambutannya, disampaikan harapan agar keluarga mempelai putri mampu membimbing Dendi menjadi suami yang bertanggung jawab: mampu menafkahi, menjaga, menggauli istri dengan baik, serta menjauhi segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga. Ia mengutip sabda Rasulullah Saw, “Orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya.”
Tak kalah penting, doa juga dipanjatkan agar Dina Novita Amaliyah—yang akrab disapa Vita—mampu menjadi istri yang taat, hormat, bertanggung jawab, dan menjadi perempuan salihah.
Disebutkan pula keutamaan wanita salihah sebagai sebaik-baik perhiasan dunia, yang diampuni dosanya dan berpeluang masuk surga dari pintu mana saja yang dikehendaki apabila taat kepada Allah dan suaminya.
Puncak acara diisi dengan khotbah walimatul ‘ursy yang disampaikan Ketua PRM Takerharjo, Drs. H. Amirul Mu’minin, MA.
Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa pernikahan merupakan sunah Nabi Muhammad Saw sekaligus bentuk ibadah kepada Allah yang harus dijalani dengan niat lurus dan tanggung jawab.
Amirul Mu’minin menguraikan hak dan kewajiban suami istri, serta memberikan tuntunan praktis untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Dia menjelaskan cara membahagiakan suami, di antaranya dengan menerima pemberian suami dengan lapang dada, tidak memancing kemarahan, menjaga harta dan kehormatan suami, serta menata rumah dengan rapi.
Sebaliknya, cara membahagiakan istri menurutnya adalah dengan bertanggung jawab dalam memenuhi nafkah, meminta doa ketika bepergian, memuliakan istri dan keluarganya, serta berbicara dengan kata-kata yang baik dan memanggil dengan panggilan yang menyenangkan.
Menutup rangkaian sambutan, Ketua dan Sekretaris PRM Takerharjo menyelipkan pantun ringan yang mencairkan suasana.
“Macan Takeran amat berjaya, Shin Tae Yong sang pelatihnya,” ucap mereka, disambut senyum dan tawa para hadirin.
Acara ditutup dengan permohonan maaf atas segala kekhilafan serta doa agar Allah memberkahi kedua mempelai dalam suka dan duka, serta mengumpulkan mereka dalam kebaikan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments