
PWMU.CO-Alhamdulillah puasa hari pertama sudah kita lalui. Kita sudah punya pandangan, kira-kira puasa kita akan seperti ini atau lebih baik. Puasa kita selama 29 hari ke depan akan sama seperti hari ini atau akan lebih baik lagi.
Demikian muqodimah Profesor Ahmad Dzo’ul Milal, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo saat mengisi qiyamu Ramadlan masjid An-Nur Muhammadiyah Sidoarjo, Sabtu (01/03/2025).
“Kita harus selalu bermuhasabah, hari ini harus lebih baik dari kemarin. Ibadah hari ini harus lebih baik dari ibadah kemarin,” ujar Prof Milal -sapaan akrabnya.
Kita harus selalu melihat apa yang kita lakukan, untuk menjadi pertimbangan apa yang akan kita lakukan di masa yang akan datang. Kita hitung saja dari kemarin sudah ngaji atau belum.
“Kalau sudah ngaji kira-kira berapa menit? Misalnya lima menit, besok kita tambah lagi,” lanjut Prof Milal.
Sholat, mulai kemarin kita sudah melaksanakan sholat Tarawih. Mudah-mudahan sudah mulai ditambah rowatib.
“Apa untuk besok dan selanjutnya masih sama atau ada tambahan. Misalnya tambah sholat Dhuha,” tegas Prof Milal.
Kemarin sholat Tarawih khusyuk atau tidak. Malam ini seharunya lebih khusyuk dari kemarin. Dzikir amal ibadah yang paling mudah, tak perlu wudlu, tak perlu pakai sarung, tak perlu pakai kopyah. Bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
“Sudah berapa banyak dzikir kita lakukan? Untuk hari ini harus kita tambah. Bisa kita lakukan ketika duduk, ketika berjalan, ketika berbaring. Astaghfirullah, Subhanallah, alhamdulillah, dan seterunya,” paparnya.
Kita harus memastikan, apakah yang kita lakukan sudah betul-betul imanan wahtisaban. Sebagaimana hadits Nabi, manshoma romadhona imanan wahtisaban ghufiro lahu ma taqoddama min dzambih.
Dalam hadits lain disebutka, man qoma romadhona imanan wahtisaban ghufiro lahu ma taqoddama min dzambih.
“Kalau siang manshoma romadhona, kalua malam man qoma romadhona. Jadi puasa itu ibadah 24 jam,” urai Prof Milal.
Puasa tidak hanya siangnya saja. Kalau hanya siang berarti hanya tidak boleh makan, tidak boleh minum, dan tidak boleh berhubungan.
“Tapi tidak boleh bohong, tidak boleh memfitnah, tidak boleh marah, menjaga hati, menjaga pikiran, menjaga lisan, menjaga mata harus kita lakukan 24 jam sehari,” tutur Prof Milal.
“Kalau kita sudah melakukan semua itu satu bulan, apa kita sudah mencapai ghufiro lahu mataqoddama min dzambih atau belum? Imanan wahtisaban sudah save atau belum. Imanan itu yakin, percaya. Melaksanakan sesuatu semata-mata karena Allah. Ikhlas karena Allah.”
“Mudah-mudahan yang kita lakukan senantiasa diridloi Allah Swt,” pungkas Prof Milal.
Penulis Moh. Ernam Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan






0 Tanggapan
Empty Comments