Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Prof Aminullah Terharu Saat Diwawancarai Wartawan Cilik SD Mudisa

Iklan Landscape Smamda
Prof Aminullah Terharu Saat Diwawancarai Wartawan Cilik SD Mudisa
Ketua (PDM) Jember Prof Dr H Aminullah El Hady MAg saat diwawancarai Warcil SD Mudisa Jember. (Muhammad Fajar Al Amin/PWMU.CO)
pwmu.co -

Seusai mengisi Pengajian Ahad Ceria di Masjid Al Qalam Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Prof. Dr. H. Aminullah El Hady, M.Ag., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jember, dihampiri empat siswa SD Muhammadiyah 1 (Mudisa) Jember yang tergabung dalam ekstrakurikuler Jurnalistik.

Mereka adalah Zaidan Rafi Mahardika, Sultan, Aisyah, dan Kinara, yang dengan sopan memperkenalkan diri sebelum memulai sesi wawancara. Dengan membawa buku catatan kecil dan mikrofon sederhana, para Wartawan Cilik itu menyapa dengan semangat.

“Perkenalkan, nama saya Zaidan dari SD Muhammadiyah 1 Jember, dari ekskul Wartawan Cilik. Ini rekan saya Sultan, Aisyah, dan Kinara. Bolehkah kami mewawancarai Bapak sebentar?,” tanya Zaidan.

“Boleh, silakan. Dengan senang hati,” jawab Prof. Amin sambil tersenyum hangat.

Pertanyaan demi pertanyaan pun bergulir. Suasana cair dan penuh canda ketika Zaidan menanyakan cita-cita Prof Amin waktu kecil.

“Dulu saya ingin jadi montir,” ucapnya sambil tertawa kecil. “Saya menganggap orang yang bergelut dengan mesin itu hebat. Tapi setelah lulus SD, saya tidak jadi masuk sekolah teknik, akhirnya mondok dan fokus di pendidikan agama sampai sekarang,” jelasnya.

Suasana menjadi haru ketika Kinara menanyakan siapa sosok yang paling berperan dalam hidupnya. Prof. Amin menunduk sejenak dan suaranya mulai bergetar.

“Tentu orang tua,” ujarnya pelan. “Saya sering diajak berkunjung ke guru-gurunya, orang tua saya mengenalkan dengan tokoh-tokoh hebat dan pejuang. Orang tua saya selalu memotivasi anak-anaknya untuk mencintai ilmu,” tuturnya.

Kalimat itu ia ucapkan dengan air mata menggenang, saat mengenang masa kecil bersama kedua orang tuanya. Ia bercerita bahwa sejak kecil dibiasakan menghormati guru dan mencintai ilmu pengetahuan.

Momen itu membuat suasana wawancara hening sesaat. Para Wartawan Cilik menatap penuh hormat, merasakan ketulusan seorang guru besar yang mengingat jasa orang tuanya.

Kinara kemudian bertanya kembali bagaimana Prof. Amin menghadapi masalah dalam pekerjaannya. Dengan tenang, Prof. Amin menjawab.

“Saya punya prinsip, semua hal itu penting. Kadang hasilnya tidak langsung terasa, tapi suatu saat akan bermanfaat. Seperti kalian yang aktif di jurnalistik, mungkin belum terasa sekarang, tapi nanti pasti bermanfaat,” katanya memberi semangat.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Menjawab pertanyaan tentang program PDM Jember yang Aisyah tanyakan dalam peningkatan pendidikan, Prof. Amin menjelaskan.

“Program kami jalankan melalui majelis-majelis, terutama Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah. Pendidikan Muhammadiyah tidak diselenggarakan sesuka pengelola, tapi harus mengikuti pedoman organisasi dan juga aturan pemerintah,” pungkasnya.

Ia menambahkan bahwa ranting dan cabang menjadi ujung tombak penguatan pendidikan Muhammadiyah.
“Ranting harus kita berdayakan. Cabang juga harus kuat. PDM memantau dan mendukung semuanya melalui Majelis Dikdasmen,” terangnya.

Dalam bagian akhir wawancara, Sultan menanyakan tempat Prof. Amin menempuh pendidikan. Ia menjelaskan bahwa dirinya menempuh SD dan SMP di Sidoarjo, SLTA di Pondok Modern Darussalam Gontor, lalu melanjutkan S1, S2, dan S3 di IAIN Surabaya dan Jakarta.

“Saya juga pernah menempuh pendidikan non-gelar di Amerika Serikat. Kalau yang bergelar, S1 saya Doktorandus, S2 Magister Agama, dan S3 Doktor,” jelasnya.

Pertanyaan penutup datang dari Zaidan tentang perasaannya setelah terpilih sebagai Ketua PDM Jember. “Ini amanah hasil musyawarah daerah,” jawabnya.

“Saya tidak sendirian, dibantu oleh wakil ketua, majelis, dan lembaga. Karena itu saya optimis organisasi ini berjalan baik,” pungkasnya.

Setelah wawancara selesai, para Wartawan Cilik pun berpamitan dengan penuh semangat. “Terima kasih, Bapak, sudah bersedia kami wawancarai,” ucap mereka serempak.

Prof. Amin pun tersenyum dan menepuk lembut bahu mereka, berpesan agar terus belajar dan berani bertanya.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu