Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Prof. Irwan Akib: AIK adalah Ruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Prof. Irwan Akib: AIK adalah Ruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah
Prof. Irwan Akib ketika memberikan materi dan Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Dr. Ibnu Habibi, M.Pd.I. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Bojonegoro menggelar Rihlah Ilmiah dan Study Visit ke Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Yogyakarta, Sabtu–Ahad (17–18/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Gedung PP Muhammadiyah, Jalan Cik Di Tiro No. 23, Yogyakarta.

Rihlah ilmiah tersebut diikuti oleh 54 peserta yang terdiri atas pimpinan program studi, dosen, dan mahasiswa. Kegiatan ini didampingi Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Dr. Ibnu Habibi, M.Pd.I., bersama para ketua program studi, yakni Dr. Nur Mashani Mustafidah, M.Pd.I. (Kaprodi PAI), Sriyanti, M.Pd.I. (Kaprodi PIAUD), dan Miftahur Rizki, M.Pd. (Kaprodi PGMI).

Dalam kegiatan tersebut, hadir Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., yang menyampaikan kuliah umum bertema “Menyebarkan Risalah Islam Berkemajuan dan Membangun Generasi Unggul Islami.”

Pada sesi pemaparan materi, Prof. Irwan Akib menjelaskan bahwa Risalah Islam Berkemajuan sebagaimana diputuskan dalam Muktamar Muhammadiyah Surakarta 2022 sejatinya bukanlah konsep baru. Semangat kemajuan telah menjadi misi dakwah K.H. Ahmad Dahlan sejak awal berdirinya Muhammadiyah.

Risalah Islam Berkemajuan memiliki lima karakter utama. Pertama, berlandaskan tauhid yang menjadi motivasi dalam menuntut ilmu dan beraktivitas. Kedua, bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman utama. Ketiga, menghidupkan ijtihad atau tajdid melalui penggunaan akal sehat yang selaras dengan wahyu. Keempat, mengembangkan wawasan wasathiyah atau moderasi. Kelima, mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Prof. Irwan Akib juga menyoroti tantangan dunia pendidikan saat ini. Ia mengutip hasil penelitian yang menyebutkan bahwa 58,26 persen guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum belum fasih membaca Al-Qur’an.

“Ini menjadi tantangan bagi mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro, khususnya Prodi PAI, PIAUD, dan PGMI. Kalian harus menjadi teladan dan memiliki kompetensi yang kuat agar mampu memberi pencerahan di masyarakat,” tegas mantan Rektor Unismuh Makassar tersebut.

Ia menegaskan bahwa Islam Berkemajuan hadir sebagai gerakan pencerahan untuk membebaskan manusia dari kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Hal itu tercermin dari langkah K.H. Ahmad Dahlan mendirikan sekolah dan rumah sakit sebagai sarana mencerdaskan umat dan menjauhkan masyarakat dari takhayul serta syirik.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Terkait fenomena korupsi, Prof. Irwan Akib menilai bahwa tingginya pendidikan tidak selalu berbanding lurus dengan kuatnya iman. Banyak orang cerdas justru menyalahgunakan kepintarannya karena lemahnya nilai keimanan. Oleh sebab itu, di Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) harus menjadi ruh utama pendidikan.

“Pendidikan bukan hanya membangun intelektual, tetapi juga membentuk jiwa dan rohani,” tegasnya.

Di akhir sesi, Prof. Irwan Akib menyampaikan pesan kepada mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro agar mampu bertransformasi menjadi generasi unggul dengan tiga pilar utama. Pertama, unggul secara intelektual dengan budaya membaca dan penguasaan referensi. Kedua, anggun dalam akhlak, yakni tetap santun kepada guru dan orang tua. Ketiga, sigap dalam berkarya, berani hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi.

“Saya sampai di posisi ini melalui proses panjang sejak era 1980-an, mulai dari pimpinan komisariat IMM hingga menjadi rektor. Syukuri setiap tahapan. Manfaatkan kesempatan kuliah ini sebaik-baiknya, karena di luar sana banyak yang ingin kuliah tetapi belum memiliki kesempatan,” pesannya.

 

Ia berharap silaturahmi tersebut membawa keberkahan serta memperluas wawasan mahasiswa tentang peran Muhammadiyah dalam berkontribusi bagi umat dan bangsa.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu