Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Prof. Sukadiono: Jalan Genteng Muhammadiyah Jadi Titik Awal Dakwah dan Pendidikan di Surabaya

Iklan Landscape Smamda
Prof. Sukadiono: Jalan Genteng Muhammadiyah Jadi Titik Awal Dakwah dan Pendidikan di Surabaya
Prof. Sukadiono menyampaikan sambutan di acara Pembukaan Muhammadiyah Historical Walk, Ahad (9/11/2025). Foto: Agus Budiman/PWMU.CO
pwmu.co -

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM, menilai nama Jalan Genteng Muhammadiyah memiliki arti penting dalam sejarah dakwah dan pendidikan Muhammadiyah di Surabaya.

Menurutnya, kawasan ini menjadi cikal bakal lahirnya pendidikan Muhammadiyah di Kota Pahlawan.

“Di sinilah berdiri SD Muhammadiyah pertama di Surabaya, dan dari sinilah pula Muhammadiyah berkembang pesat. Karena besarnya kontribusi Muhammadiyah di kawasan ini, maka dinamakanlah Jalan Genteng Muhammadiyah,” ujar Prof. Sukadiono.

Pernyataan itu dia sampaikan saat memberikan sambutan dalam kegiatan Muhammadiyah Historical Walk Tunjungan Edition yang digelar oleh PWM Jawa Timur, di SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, Ahad (9/11/2025) sore.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua PWM Jatim Dr. Hidayatullah, Ketua Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) PWM Jatim Dr. Aribowo, MS, Guru Besar Bidang Sejarah Unair Prof. Purnawan Basundoro, Wakil Rektir Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) Dr. Radius Setiyawan, Anggota Komisi E DPRD Jatim Dr. Suli Da’im, Ketua LPCRPM PWM Jatum Dr. Hasan Ubaidillah, dan Pemimpin Redaksi PWMU.CO Agus Wahyudi.

Rangkaian acara dimulai di SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, kemudian dilanjutkan dengan historical walk menyusuri kawasan Tunjungan, mulai Gedung Siola, Masjid Dakwah, hingga Hotel Majapahit, untuk menelusuri jejak perjuangan dakwah Muhammadiyah di jantung Surabaya.

Prof. Suko, begitu dia karib disapa, mengutip pesan Al-Qur’an tentang pentingnya mengambil pelajaran dari sejarah umat terdahulu dengan “berkeliling di bumi” dan merenungkan jejak langkah mereka.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengamalan dari ayat Allah. Muhammadiyah adalah organisasi yang memiliki tujuan luar biasa, yakni mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya berlandaskan al-Qur’an dan as-Sunnah,” tuturnya.

Dia menekankan, perjalanan sejarah Muhammadiyah di Surabaya bukan hanya sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber inspirasi dan spirit dakwah yang terus hidup. Salah satunya tercermin pada SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, yang menjadi bagian penting dari sejarah pendidikan Muhammadiyah di kota ini.

Selain bidang pendidikan, Prof. Sukadiono juga mengingatkan bahwa gerakan kesehatan Muhammadiyah di Surabaya berawal dari Rumah Sakit PKU Muhammadiyah yang digagas oleh dr. Soetomo, seorang kader Muhammadiyah dan tokoh pergerakan nasional.

“Cikal bakal gerakan Muhammadiyah di bidang kesehatan di Surabaya juga berawal dari PKU Muhammadiyah yang dipelopori dr. Soetomo,” ujar Deputi Bisang Kesehatan Kemenko PMK RI itu.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dia turut menyebut nama dr. Muhammad Soewandi, mantan Ketua PCM Surabaya sekaligus Direktur RSU dr. Soetomo, yang kini namanya diabadikan menjadi nama rumah sakit sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya bagi umat dan bangsa.

Lebih lanjut, Prof. Suko menyebut bahwa semangat dakwah dan pendidikan Muhammadiyah terus tumbuh meluas. Dia bahkan membuka wacana agar kawasan lain seperti kompleks Pucang, yang kini menjadi pusat berbagai amal usaha pendidikan Muhammadiyah, kelak juga mendapatkan penghormatan serupa.

“Bukan tidak mungkin di masa depan, kawasan lain seperti Pucang yang menjadi pusat pendidikan Muhammadiyah juga akan dikenang sebagai simbol perjuangan dakwah,” ujarnya.

Inspirasi bagi Daerah Lain

Prof Suko juga berharap, kegiatan Muhammadiyah Historical Walk dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menggali kembali sejarah dakwah Muhammadiyah di wilayah masing-masing.

“Lamongan, misalnya, juga memiliki banyak jejak sejarah Muhammadiyah yang luar biasa. Kegiatan seperti ini penting untuk menggali kembali perjuangan para pendahulu kita,” katanya.

Sebagai penutup, Prof. Suko mengumumkan bahwa PWM Jawa Timur akan meluncurkan buku sejarah Muhammadiyah bertepatan dengan Milad Muhammadiyah ke-113 di Gedung PWM Jawa Timur.

“Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk meneladani perjuangan para tokoh Muhammadiyah yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu