
PWMU.CO – SMP Muhammadiyah 8 Batu secara resmi membuka kegiatan Student Exchange Program bersama Attarkiah Islamiah Institute, Narathiwat, Thailand, pada Senin (16/6/2025). Kegiatan pembukaan berlangsung khidmat dan meriah, menandai dimulainya program pertukaran pelajar yang berlangsung selama sepekan.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan kedua negara, Indonesia dan Thailand, yang dibawakan secara paduan suara oleh para siswa sebagai simbol rasa hormat dan persatuan antarbangsa.
Dalam sambutannya, Lisense and Manager Attarkiah Islamiah Institute, Phaisan Toryib, menyambut hangat kedatangan rombongan dari Indonesia. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dan berharap kegiatan ini dapat mempererat ukhuwah Islamiyah serta membentuk generasi pelajar yang terbuka terhadap keberagaman budaya dan pendidikan global.
Kemudian Beliau juga menyampaikan bahwa kunjungan balasan ini juga tergolong sangat cepat, pada bulan Januari yang lalu rombongan dari Attarkiah belajar di SMP Muhammadiyah 8 Batu, bulan Juni ini langsung ada kunjungan balasan. Menunjukkan bukti keseriusan dan kesungguhan antar kedua sekolah.
Kepala SMP Muhammadiyah 8 Batu, Windra Rizkiyana, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas terlaksananya program ini. “Program pertukaran pelajar ini bukan hanya tentang belajar di kelas, tetapi juga tentang membangun pemahaman lintas budaya, menumbuhkan empati, serta memperkuat jati diri sebagai pelajar Islam yang mendunia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Kota Batu, Nur Widodo, turut memberikan sambutan dan menyampaikan harapan agar kerja sama ini dapat terus berlanjut dan menjadi teladan bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya.
Ia menekankan pentingnya membangun jejaring global yang berbasis nilai-nilai Islam, sehingga siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan wawasan kebangsaan yang luas. Program seperti ini, menurutnya, menjadi sarana yang sangat baik untuk melatih keberanian, kemandirian, dan keterbukaan siswa terhadap keragaman budaya dunia, sekaligus memperkuat identitas keislaman mereka di tengah pergaulan internasional.
Acara pembukaan juga dimeriahkan dengan penampilan siswa dari kedua sekolah, seperti pertunjukan nasyid, pencak silat, tarian tradisional, serta pemutaran video profil sekolah yang menampilkan kehidupan belajar dan nilai-nilai khas masing-masing lembaga pendidikan.
Interaksi budaya ini menjadi jembatan yang mempererat hubungan emosional antar peserta dan menumbuhkan rasa saling menghargai. Suasana keakraban tercipta sejak awal, memperlihatkan bahwa kolaborasi lintas negara ini bukan hanya bersifat formal, tetapi juga penuh makna kebersamaan.
Sebagai penutup, dilaksanakan sesi perkenalan dan penyerahan para siswa peserta program kepada keluarga angkat (host family) di Thailand, yang akan menjadi tempat tinggal mereka selama program berlangsung. Para siswa tampak antusias sekaligus haru saat bertemu keluarga angkat yang akan mendampingi mereka menjalani keseharian di negeri orang.
Momen ini menjadi simbol dimulainya pengalaman berharga yang tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan Islam antarbangsa yang dibangun dengan semangat saling percaya dan menghormati. (*)
Penulis Khoen Eka/Windra Editor M Tanwirul Huda







0 Tanggapan
Empty Comments