Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Program Tafhim: Terobosan Tajdied Center dan SD Muhammadiyah Bangil untuk Perdalam Pemahaman Al-Quran

Iklan Landscape Smamda
Program Tafhim: Terobosan Tajdied Center dan SD Muhammadiyah Bangil untuk Perdalam Pemahaman Al-Quran
Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil, Marisa Izzah SPd MPd, saat menyampaikan apresiasinya (Muhammad Taufiqur Rosyid/PWMU.CO)
pwmu.co -

Tajdied Center Jatim bersama tim guru Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil Pasuruan berhasil menuntaskan riset sekaligus merumuskan sebuah program inovatif bernama Tafhim.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin-Selasa (18-19/8/2025) di Villa Panorama, Batu, ini dirancang untuk mengembangkan metode pembelajaran al-Quran yang tidak hanya menekankan hafalan, tetapi juga pemahaman makna secara mendalam, khususnya bagi siswa sekolah dasar.

Inisiatif ini lahir sebagai jawaban atas tantangan yang kerap dihadapi banyak sekolah Muhammadiyah, yakni siswa mampu menghafal ayat-ayat al-Quran, tetapi belum sepenuhnya memahami kandungannya. Padahal, pemahaman makna sangat penting agar ajaran al-Quran benar-benar meresap dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Program Tafhim hadir untuk mengubah paradigma pembelajaran al-Quran di sekolah. Melalui kerja sama antara Tajdied Center dan SD Muhammadiyah Bangil, Juz 30 tidak lagi dipandang sekadar sebagai target hafalan, melainkan sebagai kompetensi utuh. Artinya, anak-anak tidak hanya dituntut untuk hafal, tetapi juga memahami makna surat, menguasai kosa kata (mufrodat), serta mampu menerapkan kaidah dasar bahasa Arab, baik nahwu maupun shorof.

Menurut salah satu penggagas program dari Tajdied Center, Misbahul Munir, pembiasaan membaca Juz 30 akan secara otomatis menanamkan pola bahasa Arab ke dalam memori anak.

“Di dalam Juz 30 terdapat 1.039 mufrodat. Padahal, kemampuan berbahasa 80 persen ditentukan oleh penguasaan kosa kata. Jika anak mampu menguasai Juz 30, insyaAllah kemampuan bahasanya akan sangat baik, apalagi jika mereka juga bisa menjelaskan makna setiap surat,” jelasnya.

Dengan model pembelajaran inovatif ini, diharapkan lulusan SD Muhammadiyah Bangil mampu khatam Juz 30, memahami seluruh maknanya, sekaligus menguasai mufrodat yang terkandung di dalamnya.

Jika program ini terus dikembangkan maka, penguasaan kosa kata siswa bahkan diproyeksikan dapat mencapai 50 persen dari total mufrodat dalam al-Quran. (*)

Metode Pembelajaran Berbasis Riset yang Menyenangkan

Dalam kegiatan perumusan di Villa Panorama, tim yang terdiri atas perwakilan Tajdied Center bersama tim Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA) Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil merancang berbagai teknik pembelajaran yang menyenangkan agar materi Juz 30 benar-benar melekat pada diri anak. Beberapa metode yang akan diterapkan antara lain Mind Mapping, lagu, serta pengelompokan surat berdasarkan urutan cerita.

Pendekatan ini menjadikan Tafhim bukan sekadar buku teks, melainkan panduan komprehensif untuk memahami bahasa al-Quran secara efektif dan menyenangkan.

Pentingnya riset dalam penyusunan program turut ditekankan oleh Ustadz Dr Amir Mahmud, yang selama ini mengkompilasi mufrodat di setiap juz al-Quran.

UM SURABAYA

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Setiap materi yang diberikan kepada anak-anak tidak boleh asal dibuat lalu langsung dibagikan. Harus melalui riset metode, riset materi, dan uji stabilitas materi terhadap anak. Jika ditemukan kekurangan, segera dilakukan evaluasi. Dengan begitu, modul yang digunakan tahun depan sudah lebih siap dan sesuai harapan,” jelasnya.

Pengembangan program Tafhim dirancang secara bertahap. Modul simulasi telah difinalkan pada bulan Agustus ini dan akan mulai diuji coba kepada siswa Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil pada bulan September.

Uji coba akan berlangsung selama satu tahun penuh untuk mengukur efektivitas sebelum akhirnya ditetapkan sebagai modul baku. Hasil riset ini diharapkan dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain, sehingga menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.

Kolaborasi Kuat untuk Kontribusi Pendidikan Islam

Penyusunan program Tafhim menjadi wujud kolaborasi erat antara Tajdied Center dan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil. Guru-guru Islam di sekolah turut aktif terlibat dalam setiap tahap, mulai dari perumusan konsep hingga pelaksanaan simulasi.

Dari pihak Tajdied Center, Ustadz Misbahul Munir menghadirkan metode Tajdied, Ustadz Lukmansyah memperkaya dengan keahliannya dalam pendidikan bahasa Arab, sementara Ustadz Dr Amir Mahmud memperkuat program dari sisi kompilasi mufrodat. Sinergi kompetensi ini diharapkan mampu melahirkan modul yang tepat guna dan sesuai dengan target.

Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil, Marisa Izzah SPd MPd, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini. Menurutnya, kerja sama tersebut bukan hanya bermanfaat bagi sekolahnya, melainkan juga bagi kemajuan pendidikan Islam secara lebih luas.

“Kami berharap program Tafhim dapat menjadi kontribusi nyata Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah Bangil bagi sekolah-sekolah lain, sehingga penguasaan bahasa Arab dan pemahaman al-Quran anak-anak semakin kuat sejak usia dini,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi dan riset yang mendalam, kedua lembaga optimis bahwa program Tafhim akan menjadi terobosan penting dalam pembelajaran bahasa Arab berbasis al-Quran. Inisiatif ini merupakan langkah nyata untuk mencerdaskan, menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, sekaligus memastikan setiap anak memperoleh kesempatan memahami makna al-Quran secara utuh. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu