Dalam rangka memperkuat keterampilan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) sekaligus menanamkan nilai kewirausahaan dan pelestarian budaya lokal, siswa kelas IV dan V SD Muhammadiyah 1 Kebomas melaksanakan Project STEAM pada (13–14/11/2025).
egiatan ini mengintegrasikan pembelajaran IPAS, seni, teknologi, dan kearifan lokal Giri, khususnya kuliner tradisional kupat ketheg.
Pada (13/11/2025), siswa berkunjung ke Pawon Kupat Ketheg. Mereka belajar langsung dari pengrajin tentang teknik menganyam urung—wadah tradisional ketupat berbahan janur. Anak-anak tampak antusias ketika mencoba membuat anyaman pertama mereka.
Setelah urung selesai, siswa memasukkan beras ketan ke dalamnya dan mengikuti proses memasak kupat ketheg. Kegiatan ini menjadi ajang belajar yang menyenangkan sekaligus menantang karena membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
Salah satu siswa kelas IV, El, mengungkapkan, “Awalnya sulit karena janurnya licin, tapi setelah dicoba beberapa kali akhirnya bisa. Rasanya bangga sekali bisa membuat urung sendiri.”
Guru pendamping, Indah, menambahkan, “Anak-anak belajar banyak, mulai dari sains proses pemasakan, teknik menganyam, hingga menghargai karya para pengrajin kuliner tradisional.”
Pada (14/12/2025), kegiatan berlanjut dengan sesi teknologi dan seni. Siswa memotong dan menyiapkan stiker hasil desain siswa kelas VI menggunakan perangkat IT sekolah. Stiker tersebut dipasang sebagai label produk kupat ketheg buatan mereka.
Setelah selesai, siswa kelas IV dan V membagikan kupat ketheg yang telah matang—lengkap dengan kelapa dan gula—kepada seluruh siswa kelas I hingga VI. Suasana sekolah menjadi meriah dan penuh kebersamaan.
Salah satu siswa kelas V, Jihan, bercerita, “Senang sekali bisa membagikan kupat ketheg ke adik-adik kelas. Rasanya seperti punya usaha sendiri.”
Kepala sekolah memberikan apresiasi kepada seluruh peserta.
“Project STEAM ini tidak hanya mengasah kreativitas dan keterampilan, tetapi juga mengajarkan nilai gotong royong, wirausaha, dan pelestarian budaya. Kami bangga dengan semangat para siswa,” ujarnya.
Kegiatan Project STEAM Kupat Ketheg ini dirancang untuk:
- Mengembangkan keterampilan wirausaha siswa.
- Melatih pemanfaatan IT secara positif melalui desain dan pembuatan stiker produk.
- Mengasah keterampilan motorik dan ketelitian melalui kegiatan menganyam.
- Melestarikan kuliner khas Giri agar tetap dikenal dan dicintai generasi muda.
Melalui rangkaian kegiatan selama dua hari ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung dalam pengalaman nyata yang memadukan kreativitas, budaya, dan teknologi. Pembelajaran bermakna seperti ini diharapkan menjadi bekal berharga dalam mengembangkan karakter dan keterampilan siswa di masa depan.






0 Tanggapan
Empty Comments