PWMU.CO – Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyusui secara sempurna, Begitulah penggalan terjemah ayat al Quran Surat Al Baqarah Ayat 233. Menjadi Isyarat pembenar bagi setiap ibu untuk menunaikan kewajibannya menyusui secara maksimal meski harus bekerja.
Sungguhpun sebenarnya, menyusui tidak hanya sebatas memenuhu kewajiban ibu terhadap bayinya tapi menyusui adalah bentuk syukur atas nikmat anak yang telah dikarunikan. Menjadi pendorong agar secara mental ibu lebih sehat karena kelekatan (Attachment) dengan bayi akan tetap terjaga meski sudah tidak lagi dalam kandungan.
Psikoanalis, aliran psikologi dengan tokoh tenarnya Sigmund Freud menjabarkan bahwa tahapan perkembangan psikoseksual anak terbagi atas fase oral, anal, falik, laten dan genital. Tahapan super penting yang akan sangat berdampak pada fase kehidupan manusia selanjutnya adala fase oral (mulut).
Fase oral akan dialami anak manusia diusia 0-1 tahun awal pertama kehidupan di dunia. Segala apa yang diletakkan dimulut bayi akan direspon dengan membuka mulut lebar-lebar sebagai reaksi atas stimulus untuk makan dan minum. Kepuasan tertinggi terletak di mulut, berkaitan dengan kebutuhan dasar makan dan minum, egosentris: bayi belum bisa membedakan puting susu ibu dengan anggota tubuhnya, dan akan berakhir saat bayi disapih ibunya.
Fase oral adalah momentum terbaik ibu untuk memaksimalkan asupan ASI pada bayi. Kolostrum merupakan cairan ASI berwarna kuning, kental, dan lengket yang dikeluarkan pertama kali oleh kelenjar payudara pada hari pertama hingga hari ke 3-5 setelah melahirkan menjadi makan bergizi yang sangat dibutuhkan bayi sebagai antioksidan, dan sel-sel hidup lainnya. Cairan yang sering disebut dengan Gold Liquid ini terkomposisi dengan kandungan tinggi protein dan pigmen larut dalam lemak bernama Karotenoid.
Lima Manfaat Kolustrum
Dr dr Ray Wagiu Basrowi MKK FRSPH bebeclub.co.id (2023) memaparkan 5 manfaat kolustrum bagi bayi sebagai berikut.
- Sumber nutrisi bagi bayi
- Meningkatkan kesehatan usus
- Meningkatkan system kekebalan tubuh yang kuat
- Bertindak sebagai pencahar alami
- Membantu metabolism tubuh
Menurut hasil penelitian teori psikoseksual-psikoanalisa, jika seseorang gagal (tidak puas) dalam fase oral saat bayi, maka kelak saat dewasa ia tumbuh menjadi pribadi yang tidak matang, bicaranya ketus, mudah memaki dan bertindak kasar, alkoholisme, menggigit kuku dan berkepribadian menuntut. Kompas.com (2012).
Refleks alami ini sudah ada sejak janin memasuki usia 4 bulan dalam rahim. Hal tersebut bisa dilihat pada waktu dilakukan pemeriksaan USG, kadang terlihat bayi sedang “ngemut jari”. Latihan menghisap jari pada janin ini dilanjutkan pada saat bayi lahir dan menyusui. Pada saat menyusui, bayi berusaha memenuhi kebutuhan kepuasan oral dengan menghisap ASI dan kontak mulut dengan puting payudara ibu.
Pada akhirnya yang harus dipahami oleh orang tua adalah kesungguhan dan keikhlasan untuk memberi ASI sebaik mungkin karena anak adalah investasi dunia & akhirat. Sikap ikhlas dalam memberi ASI pada anak akan hasilkan anak yang ikhlas pula dalam membersamai orang tuanya yang nanti merenta.
Ketika keikhlasan itu berbuah menjadi keberkahan dalam bentuk kercerdasan dan maslahat bagi banyak orang itulah wakaf kebaikan. Pahalanya akan terus mengalir meski kita telah meninggal. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments